Kubur Tempayan di Sungai Bahar Diyakini Peninggalan Sebelum Budha di Sumatera
Warga Desa Paca Mulya, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi dihebohkan dengan temuan tempayan diduga peninggalan prasejarah.
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Teguh Suprayitno
Kubur Tempayan di Sungai Bahar Diyakini Peninggalan Sebelum Budha di Sumatera
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Warga Desa Paca Mulya, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi dihebohkan dengan temuan tempayan diduga peninggalan prasejarah beberapa waktu lalu.
Terkait temuan situs ini, Ketua Kelompok Kerja Perlindungan BPCB Jambi, Agus Sudaryadi mengatakan temuan kubur tempayan sendiri menurut penjelasan Agus Sudaryadi selaku arkeolog bukan pertama kali. Temuan serupa juga sebulumnya sudah ada.
Yakni di situs Lebak Bandung, Kota Jambi diteliti tahun 1996, Situs Renah Kemumu Kabupaten Merangin tahun 2005, Situs Lologedang, Kerinci tahun 2008 dan Situs Muak tahun 2009 di Kabupaten Kerinci.
Kubur tempayan merupakan situs penguburan oleh masyarakat diduga pada masa Neokitikum. Agus mengatakan ada dua kemungkinan jika berbicara terkait masa kubur tempayan.
Baca: Kubur Tempayan Ditemukan di Sungai Bahar, Muarojambi
Baca: Ribuan Ikan Mati di Embung Penyengat Olak, Dinas Perikanan Uji Sampel Air Gambut
Baca: Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing
Baca: 243 Kontingen se Indonesia akan Berebut Juara di Kejurnas Dayung Jambi
Baca: INFO PENTING, Besok PLN Jambi akan Lakukan Pemadaman
Ia mengatakan kemungkinan besar pada masa sebelum masuknya pengaruh Budha di Sumatera. Atau kah di masa masuknya pengaruh Budha namun karena lokasi temuan jauh dari percandian sehingga daerah ditemukannya situs kubur tempayan di Sungai Bahar masih belum tersentuh pengaruh Budha saat itu.
Temuan kubur tempayan juga tidak hanya di Sumatera. Namun juga ditemukan di Pulau Jawa, Bali da Nusa Tenggara.
"Diperikaran pada masa Sriwijaya, sebelum masa sebelum masehi hingga abad ke 5 sampai abad ke 7, karena pengaruh Budha sendiri masuk Sumatera dan Jawa di abad ke 5 masehi," ujarnya.
Untuk situs kubur tempayan di Sungai Bahar sendiri kata Agus masih perlu dilakukan penelitian lebih lanjut, "Secepatnya memang harus kita lakukan penelitian lebih lanjut," ujarnya, Jumat (5/7/2019).