Ribuan Ikan Mati di Embung Penyengat Olak, Dinas Perikanan Uji Sampel Air Gambut
Ribuan ikan air tawar di Embung Desa Penyengat Olak beberapa mendadak mati.
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Ribuan Ikan Mati di Embung Penyengat Olak, Dinas Perikanan Uji Sampel Air Gambut
TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Ribuan ikan air tawar di Embung Desa Penyengat Olak beberapa mendadak mati. Terhadap kejadian ini dibenarkan oleh Paruhuman Lubis Kepala Dinas Perikanan Muarojambi, Jumat (5/7).
Lubis menyebutkan bahwa dirinya bersama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi sudah turun ke lokasi mengecek kejadian ini. Namun kata Lubis sampai saat ini penyebab pasti kejadian tersebut belum di ketahui.
"Iya ada di embung Penyengat Olak. Ikan liar dan bukan ikan piaraan di kolam. Namun penyebab pastinya masih belum diketahui," ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jambi sudah mengambil sampel air dan beberapa pendukung lainnya. Ini nantikan akan dilakukan pengecekan laboratorium terhadap sampel yang di ambil guna mengetahui penyebab kejadian tersebut.
Baca: INFO PENTING, Besok PLN Jambi akan Lakukan Pemadaman
Baca: Dianggap Sebagai Provokator, Tujuh Mahasiswa Unaja Terancam Skorsing
Baca: Pemkab Sarolangun Segera Ajukan Draft APBD-P ke Dewan
Baca: 243 Kontingen se Indonesia akan Berebut Juara di Kejurnas Dayung Jambi
Baca: Ditangkap Tengah Malam, 4 Terdakwa Narkotika Hanya Menganggung-angguk di Persidangan
"Sudah diambil samplenya baik sample air, tumbuhan, tanah dan juga ikan yang mati itu untuk diperiksa di laboratorium. Hasilnya kita belum tahu, kita masih menunggu hasil labor," jelasnya.
Ia menerangkan bahwa di daerah embung tersebut merupakan lahan gambut. Lubis meduga matinya ikan secara mendadak tersebut keracunan ataupun terkena zat seperti belerang yang berasal dari lahan bergambut.
"Kondisi lahan di embung ini kan gambut, bisa saja di saat kondisi debit air meninggi zat-zat sejenis belerang ikut naik ke permukaan yang menyebabkan ikan ini keracunan. Tapi tetap kita tunggu hasil dari labor," katanya.