Sengketa Pilpres 2019

Siapa Sebenarnya Anwar Usman Ketua Mahkamah Konstitusi Pernah Jadi Guru Honorer Sekolah Dasar

Anwar Usman dikenal sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) periode 2018-2020. Sebelum berkiprah sebagai hakim, Anwar Usman memulai kariernya sebagai g

Siapa Sebenarnya Anwar Usman Ketua Mahkamah Konstitusi Pernah Jadi Guru Honorer Sekolah Dasar
Tribunnews/Jeprima
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN). 

Sejak Mahkamah Konstitusi berdiri, Anwar Usman selalu mengikuti perkembangan MK yang pada saat itu diketuai oleh Moh. Mahfud MD sehingga tidak sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan MK.

Anwar Usman menjadi hakim konstitusi urutan ke-18 di Mahkamah Konstitusi. Anwar Usman terpilih sebagai Wakil Ketua Mahkamah Konstitusipada 2015 dan menjabat selama 2015-2017. Kemudian pada periode 2016-2018 Anwar Usman terpilih kembali menjadi Wakil Ketua MK.

Prinsip yang selalu dianut Anwar Usman dalam menjalankan tugasnya sebagai kahim adalah dengan mencontoh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadist, Rasulullah SAW pernah didatangi oleh pimpinan kaum Quraisy agar memberikan perlakuan khusus terhadap anak bangsawan Quraisy yang mencuri. Kemudian Rasulullah dengan bijak menjawab ‘Demi Allah, jika Fatimah, anakku sendiri mencuri, akan aku potong tangannya’. Nilai keadilan yang diterapkan oleh Rasulullah SAW itulah yang dianut Anwar Usman sebagai penegak hukum.

Kariernya sebagai Ketua MK dimulai di tahun 2018 saat Anwar Usmanterpilih melalui rapat pleno hakim pada Senin (2/4/2018). Anwar Usmanmenggantikan Arief Hidayat, Ketua MK sebelumnya.

Sebenarnya, Arief Hidayat terpilih kembali dan telah mengucapkan sumpah janji hakim konstitusi periode 2018-2023 namun jabatannya sebagai ketua MK tetap berakhir. Hal ini disebabkan Arief Hidayat tidak bisa maju lagi dalam pencalonan karena sudah tidak memiliki hak untuk dipilih kembali. Pasalnya, Arief Hidayat sudah dua kali dipilih sebagai ketua MK yaitu pada 2015 dan 2017.

Ketetapan ini sudah diatur dalam Pasal 4 Ayat 3a Undang-Undang MK dan Pasal 2 Ayat 6 PMK Nomor 3 Tahun 2012 tentang Tata Cara Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua MK.

Wakil Ketua MK, Anwar Usman berbicara kepada wartawan di gedung MK, Jakarta, Senin (11/4/2016). Anwar Usman kembali terpilih menjadi Wakil Ketua MK hasil dari rapat permusyawarahan hakim (RPH) untuk periode 2016-2018.

Wakil Ketua MK, Anwar Usman berbicara kepada wartawan di gedung MK, Jakarta, Senin (11/4/2016). Anwar Usman kembali terpilih menjadi Wakil Ketua MK hasil dari rapat permusyawarahan hakim (RPH) untuk periode 2016-2018.

Dilansir dari Kompas.com, kekayaan Anwar Usman menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkannya pada 18 Maret 2011, tercatat senilai Rp 3.974.076.412 atau Rp 3,9 miliar lebih.

Laporan tersebut saat Anwar Usman menjabat sebagai Hakim Tinggi/Kepala Badan Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan Pelatihan Hukum Peradilan di Mahkamah Agung.

Halaman
1234
Penulis: andika arnoldy
Editor: andika arnoldy
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved