Pilpres 2019

Sudah Adilkah Perlakuan Hakim MK ke TKN, BPN dan KPU Sidang Sengketa Pilpres? Pengamat Singgung Ini

Jalannya sidang sengketa Pilpres 2019 yang dilangsungkan di Mahkamah Konstitusi menjadi sorotan rakyat Indonesia beberapa waktu ini

Sudah Adilkah Perlakuan Hakim MK ke TKN, BPN dan KPU Sidang Sengketa Pilpres? Pengamat Singgung Ini
Tribunnews/Jeprima
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Anwar Usman memimpin sidang perdana sengketa hasil Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi, Jakarta Pusat, Jumat (14/6/2019). Sidang perdana Perselisihan Hasil Pemilihan Umum atau Sengketa Pilpres mengagendakan pemeriksaan pendahuluan kelengkapan dan kejelasan pemohon dari tim hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN). 

Sudah Adilkah Perlakuan Hakim MK ke TKN, BPN dan KPU di Sidang Gugatan Pilpres? Pengamat Singgung Ini

TRIBUNJAMBI.COM - Jalannya sidang sengketa Pilpres 2019 yang dilangsungkan di Mahkamah Konstitusi menjadi sorotan rakyat Indonesia beberapa waktu ini.

Baik Tim Kuasa Hukum BPN, TKN maupun KPU diberi kesempatan oleh hakim MK untuk menyampaikan bukti ataupun bantahan terkait sengketa hasil Pilpres 2019.

Sidang dijadwalkan kembali digelar pada 28 Juni 2019 mendatang dengan agenda mendengarkan putusan dari Mahkamah Konstitusi.

Pakar Hukum Tata Negara, Bayu Dwi Anggono memberikan penilaiannya pada majelis hakim dalam sidang sengketa pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Diberitakan TribunWow.com dari program 'Metro Pagi Primetime' seperti dalam saluran YouTube Metrotvnews, Sabtu (22/6/2019), Bayu menilai Mahkamah Konstitusi sudah berlaku adil.

Bayu juga menyebutkan bahwa mahkamah telah menempatkan diri sebagai peradilan yang dapat dipercaya.

"Kepastian jadwal sidang, memberikan perlakuan yang sama pada semua pihak, semua didengar. Jadi yang disampaikan oleh ketua MK di awal bahwa kami menggunakan prinsip semua pihak didengar, itu diberikan ruang semuanya."

"Kita lihat, pemohon, termohon, pihak terkait, bawaslu, bahkan proporsi waktu pun diperlakukan sama. Kalau memang ahli 10 menit, yang lain 10 menit. Jubir 3 yang lainnya pun juga tiga," sambung Bayu.

Bayu menilai, hal ini tentu menujukkan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi nantinya tentu dapat dipercaya.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved