Pengakuan Mengerikan Backpacker di Australia, Wanita Ditiduri, Tak Mau Diancam Diperkosa
Berselang beberapa minggu setelah Frances tiba, perilaku seksual pemilik hostel semakin menjadi-jadi.
Backpacker Inggris yang kini berusia 32 tahun ini mengaku curiga saat itu ketika tahu petani itu mengambil rute berbeda.
"Tak berselang lama, kami pun sendirian di jalan gelap. Saat itulah mulai menggerayangi saya," kata Chelsey.
"Saya berhasil keluar dari mobil dan jatuh ke sisi jalan. Dia datang dan menindih say, membuka celananya dengan satu tangan dan memegangiku dengan tangan yang lain," paparnya.
Chelsey, katanya, meronta, menendang, dan menjerit sampai akhirnya berhasil menghentikan upaya pemerkosaan itu.
Dia mengaku bergitu kerasnya menyilangkan kedua kakinya sampai muncul memar keesokan harinya.
Dari pengalaman ini, Chelsey menyarankan para backpacker lebih baik ke Selandia Baru daripada menghabiskan tahun kedua di Australia.
Dia merasa bersyukur karena bisa melawan perbuatan petani tempatnya bekerja tersebut.
Mencari istri kedua
Kisah serupa lainnya terjadi pada tahun 2012. Saat itu backpacker Eleanor Juby, juga dari Inggris, mendapatkan pekerjaan di pertanian yang terletak empat jam dari Brisbane.
Dia mengaku begitu tiba, langsung menyadari bahwa keluarga tempatnya bekerja ini sedang mencari istri kedua.

"Sang istri banyak menghabiskan waktunya di website poligami. Si suami sering hanya memakai celana kolor dan mengatakan saat musim panas, mereka biasanya telanjang," kata Juby.
"Dia akan menggamit saya ke pangkuannya bila kebetulan berjalan melewatinya," kata Eleanor.
Dia mengaku hanya bertahan selama sembilan hari di sana. Namun pekerjaan berikutnya bukannya berjalan mulus.
"Kami merasa dibuat seperti warga kelas dua, tinggal di gudang, dengan gadis-gadis lainnya yang membesarkan hati," kata Eleanor.
"Istri petani itu berhenti memberi kami makan di rumahnya karena tidak ingin kami ada di sana," ujarnya.
Dia berhasil melewati tiga bulan bekerja di pedalaman demi bisa tinggal untuk tahun kedua visa 417-nya. Namun Eleanor mengaku kondisi fisik yang harus dialaminya cukup mengerikan.