Pengakuan Mengerikan Backpacker di Australia, Wanita Ditiduri, Tak Mau Diancam Diperkosa

Berselang beberapa minggu setelah Frances tiba, perilaku seksual pemilik hostel semakin menjadi-jadi.

Pengakuan Mengerikan Backpacker di Australia, Wanita Ditiduri, Tak Mau Diancam Diperkosa
kompas.com
Ilustrasi pelecehan seksual 

Pengakuan Mengerikan Backpacker di Australia, Wanita Ditiduri, Tak Mau Diancam Dirudapaksa

TRIBUNJAMBI.COM-Mulai bulan Juli 2019, Australia akan memperpanjang durasi working holiday visa (WHV) atau visa liburan kerja menjadi tiga tahun.

Namun sejumlah kalangan memperingatkan hal itu justru bisa meningkatkan eksploitasi dan pelecehan terhadap anak-anak muda pencari kerja.

Seorang backpacker Inggris, Frances Fairs, mengungkapkan bagaimana dia harus tinggal di tempat lembab dan kusam selama menjalani program WHV. Kamarnya, katanya, tidak bisa dikunci, dindingnya berlubang, dengan alarm kebakaran yang rusak.

Menurut Frances, semua itu bertolak belakang dengan apa yang dilihatnya di iklan-iklan online mengenai program WHV.

Amsor Ngaku Sopir dan Kernet Ingin Membunuhnya, Rebutan Setir, Bus Safari Tabrakan Maut

Dramatis, Penumpang Serang Sopir, Penyebab Tabrakan Maut Beruntun di Tol Cipali, 12 Tewas

12 Tewas Akibat Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Ini Daftar Nama 6 Korban Tewas di Xpander

Pengamat Sebut Permintaan Perlindungan Saksi 02 di MK Berbahaya, Bisa Jadi Opini Dahsyat

Dia mengaku terus dihantui oleh pengalaman buruknya itu.

"Saya diantar ke kamar, tempat tidurnya kosong, tapi saya melihat ada serangga di tempat tidur," ujar kepada ABC.

Kamar untuknya di asrama tersebut, katanya, hanya dilengkapi dengan kasur kotor yang tergeletak di lantai, kamar mandi yang tak berfungsi serta dapur tanpa air ledeng.

Frances justru mendapat tugas untuk membersihkan asrama, mencuci seprai dan menerima para pekerja WHV ke kota pedalaman Victoria tersebut.

Para backpacker yang menginap di asrama, termasuk Frances, datang untuk bekerja di sektor pertanian sebagai syarat Visa WHV atau dikenal juga dengan Visa 417.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved