TERJARING Razia, 11 PSK dan Mucikari Direndam di Kolam Taubat Kantor Bupati, Jadi Tontonan Gratis

TRIBUNJAMBI.COM, WAMENA - Sebanyak 11 pekerja seks komersial ( PSK) terjaring dalam razia yang digelar

TERJARING Razia, 11 PSK dan Mucikari Direndam di Kolam Taubat Kantor Bupati, Jadi Tontonan Gratis
Ilustrasi- Praktik prostitusi online di hotel 

Jhon menegaskan, sanksi merendam di kolam berlumpur ini diharapkan memberikan efek jera bagi mereka yang melanggar aturan di daerah itu.

Baca: Fasha Serukan Pesan Kedamaian, Wali Kota Jambi Hadiri Perayaan Suci Waisak di Candi Muaro Jambi

Dikatakannya, sejak Desember 2018 lalu pemerintah telah memulangkan belasan PSK yang ditangkap ke daerahnya masing-masing.

Kemudian, untuk saat ini, pemerintah akan mengambil langkah tegas dengan membebankan kepada mucikari untuk memulangkan para PSK ini.

Baca: Walikota Fasha Buka Puasa Bersama 500 Anak Yatim & Dhuafa, Fasha: Kewajiban Kita Muliakan Mereka

"Kali ini sang mucikari yang akan bertanggung jawab untuk memulangkan para PSK ke daerah asal mereka, dan itu harus dilakukan agar mereka tidak mengulangi perbuatannya lagi," katanya.

Bupati mengatakan, satu dari 11 PSK sebelumnya sudah membuat surat pernyataan untuk tidak kembali ke Jayawijaya dengan pekerjaan yang sama atau akan diproses sesuai hukum.

Baca: Perkara Dugaan Perdagangan Kulit Harimau,Segera Disidang,Ini Jadwal Sidang Perdana di PN Muaro Bungo

Namun, sejauh ini masih ditemukan para PSK lama berkeliaran di daerah ini. "Kita bicara kemanusiaan. Tapi pemerintah daerah juga susah memberantas penyakit masyarakat, kalau tidak tegas seperti ini," tegas Bupati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Terjaring Razia, 11 PSK dan Mucikari Direndam di Kolam Taubat Kantor Bupati Jayawijaya",

Baca: Satu Hari Wajib Hafal Satu Lembar Alquran, Kegiatan Ramadhan di Ponpes Tahfidz Quran Daarul Huffazh

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved