DARI RPKAD ke Kopassus, Kisah Perjalanan Pasukan Baret Merah: Idjon Djanbi Danjen Pertama

TRIBUNJAMBI, COM - Setelah memproklamasikan diri pada 17 Agustus 1945, Indonesia memahami kebutuhan

DARI RPKAD ke Kopassus, Kisah Perjalanan Pasukan Baret Merah: Idjon Djanbi Danjen Pertama
Kopassus memburu Fretilin 

Nama Kesko TT III berubah menjadi Korps Komando Angkatan Darat (KKAD).

Pada 1955 satuan KKAD dikembangkan menjadi resimen sehingga namanya pun diubah menjadi Resimen Pasukan Komando Angkatan Darat (RPKAD).

Baca: GARA-Gara Dituduh Memperkosa Wanita Hamil, Pria Ini Dikeroyok Sampai Tewas: Polisi Lepaskan Tembakan

Akhirnya pada 26 Oktober 1959 nama RPKAD diubah menjadi Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD).
Pangkalan RPKAD dipindahkan ke Cijantung dan SPKAD tetap di Batujajar.

Dalam kurun 1962-1966, nama resimen ini disingkat Menparkoad. Pada 1966, resimen ini ditingkatkan menjadi Pusat Pasukan Khusus (Puspassus) AD, kemudian berganti nama lagi pada tahun 1971 menjadi Komando Pasukan Sandi Yudha TNI AD.

Pusat pendidikannya juga berubah nama menjadi Pusat Sandi Yudha dan Lintas Udara (Pussandha Linud).

Baca: Jadwal Bundesliga Terakhir, Perebutan Juara Bayern Muenchen vs Dortmund, Selisih 2 Poin Siapa Juara?

Kopassandha berubah menjadi Komando Pasukan Khusus (Kopassus) sejak tahun 1985. Pasukan yang khas dengan baret merah ini memiliki moto Tribuana Chandraca Satya Dharma yang memiliki arti "Berani, Benar, Berhasil".

Peran dari pasukan Kopassus begitu banyak. Dari operasi menghadapi Partai Komunis Indonesia hingga operasi pemberontak lainnya.

Namun, ternyata ada sederet operasi yang menyita banyak perhatian.

Baca: Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis Resmikan Gedung SPKT, Kapolda: Jangan Segan untuk Melapor

Dikutip dari Harian Kompas yang terbit pada 16 April 2016, Resimen Kopassus (saat itu bernama Para Komando Angkatan Darat/RPKAD), jadi bagian dari Kontingen Garuda III di Kongo 1962-1963.

Mereka berhasil mengalahkan sekitar 2.000 pasukan pemberontak Kongo di tepi Danau Tanganyika.

Halaman
1234
Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved