Pembakaran Alat Berat

Bentuk Tim Resolusi Konflik, PT LAJ Sayangkan Insiden Pembakaran Alat Berat

PT LAJ Sayangkan Insiden Pembakaran Alat Berat, Bentuk Tim Resolusi Konflik

Bentuk Tim Resolusi Konflik, PT LAJ Sayangkan Insiden Pembakaran Alat Berat
Tribunjambi/Mareza
Bentuk Tim Resolusi Konflik, PT LAJ Sayangkan insiden pembakaran alat berat 

Bentuk Tim Resolusi Konflik, PT LAJ Sayangkan Insiden Pembakaran Alat Berat 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - PT Lestari Asri Jaya (LAJ) menyayangkan insiden yang terjadi di area konsesi Hutan Tanaman 

Industri (HTI) LAJ. Melalui siaran pers tertulis yang disampaikan Direktur PT LAJ, Meizani Irmadhiany melalui communication specialist, PT LAJ mengaku mendukung upaya penyelidikan lebih lanjut terkait insiden itu.

"Kami sepenuhnya mendukung upaya penyelidikan lebih lanjut dan penegakan hukum oleh pihak berwenang sesuai perundang-undangan yang berlaku serta mendukung upaya-upaya penyelesaian konflik secara komprehensif dan transparan," tertulis dalam siaran pers yang Tribunjambi.com terima, Jumat (17/5/2019).

Baca: Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekinganan PT LAJ

Baca: Direktur PT LAJ Jelaskan Kronologi Terjadinya Pembakaran Alat Berat, Telah Lakukan Dialog

Baca: BEREDAR Informasi di Medsos, Prada DP Terduga Pelaku Mutilasi Kini Sudah Diamankan

Selain itu, pihaknya juga tengah melakukan penelusuran internal untuk memastikan bahwa setiap kegiatan yang dilakukan mematuhi peraturan dan perundangan yang berlaku, standar operasional perusahaan (SOP), dan mengedepankan dialog yang terbuka dengan masyarakat. 

"Tim Resolusi Konflik (TRK) Dalam rangka penyelesaian konflik yang transparan dan independen, LAJ mengusulkan agar permasalahan tersebut dapat ditindaklanjuti oleh Tim Resolusi Konflik (TRK) PT Lestari Asri Jaya pada tahun 2018," lanjutnya.

Pembakaran alat berat
Pembakaran alat berat (Tribunjambi/Mareza)

Diinformasikan, TRK itu dibentuk oleh pemerintah untuk memfasilitasi upaya penanganan konflik di wilayah LAJ sesuai studi Pemetaan Potensi Konflik berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan 
Produksi Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 5 tahun 2016.

"TRK diharapkan beranggotakan berbagai pemangku kepentingan yang terdiri dari Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten lintas sektoral, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Lembaga ahli dan perwakilan LAJ," sebutnya.

Baca: Walikota Sebut Transmart Hadir di Jambi Memberikan Dampak Positif, Bakal Tampung 1500 Tenaga Kerja

Baca: Rekaman CCTV Vanessa Angel Masuk Kamar Hotel Bareng Rian & Digerebek Disebut Ada Kejanggalan

Baca: Spesifikasi & Harga Jual Asus Zenfone 6, Perkenalkan Kamera Pop Up, RAM 6 GB

Hal itu, kata dia, untuk mencapai solusi terbaik dalam penyelesaian konflik secara bertanggung jawab, independen dan obyektif dengan menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tim ini diketuai oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi danterdiri dari tiga kelompok kerja (Pokja) yakni, pokja sosialiasi dan  inventarisasi, pokja mediasi dan pokja Suku Anak Dalam (Orang Rimba).

Belum lama ini terjadi konflik agraria di afdeling II, Desa Napal Putih, Kecamatan Serai Serumpun, Tebo.
Konflik itu berujung pembakaran lima alat berat dan penyanderaan karyawan PT LAJ. Hingga kini, alat berat tersebut masih dibatasi garis polisi, sementara karyawan PT LAJ yang sempat disandera berhasil diamankan.

Bentuk Tim Resolusi Konflik, PT LAJ Sayangkan Insiden Pembakaran Alat Berat  (Mareza Sutan A J/ Tribun Jambi)
 

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved