Konflik Agraria

Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekinganan PT LAJ

Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekinganan PT LAJ

Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekinganan PT LAJ
Tribunjambi/Mareza
Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekinganan PT LAJ 

Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekingan PT LAJ

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Konflik agraria masyarakat Desa Napal Putih dan PT LAJ masih berbuntut. Sejumlah warga di Desa Napal Putih, Kecamatan Serai, mempersenjatai diri mereka beberapa waktu terakhir.

Hal itu disampaikan Asisten 1 Sekda Tebo, Amsiridin, Jumat (17/5/2019). Bahkan, kedatangan Kesbangpol Provinsi Jambi pada Kamis (16/5/2019) kemarin sempat diadang warga.

"Mereka membawa senjata dan sempat memblokir jalan," kata Amsiridin.

Baca: Tahun Ini Terima Siswa Baru, Pemprov Rencanakan Bangun SMA Rintisan Titian Teras di Kabupaten Bungo

Baca: Pembakaran 5 Alat Berat PT LAJ di Tebo Jambi, Bupati Minta Perusahaan dan SPI Sama-sama Menahan Diri

Baca: SEDANG TAYANG - LIVE STREAMING Indosiar & Vidio.com Persela Lamongan vs Madura United

Dikatakannya, senjata yang dibawa massa berupa senjata tajam, panah, tombak, hingga bambu runcing.
Sedangkan pemblokiran jalan mereka lakukan dengan menelentangkan batang parah (karet) di tengah jalan.

Amsiridin mengatakan, mereka mempersenjatai diri lantaran takut. Dari informasi yang diterimanya dari warga, mereka menerima kabar akan diserang oleh sekelompok orang yang disebut-sebut 'beking' PT LAJ.

"Untuk itu, mereka mempersenjatai diri dengan sajam dan bambu runcing," katanya.

Konflik agraria masyarakat Desa Napal Putih dan PT LAJ masih berbuntut
Konflik agraria masyarakat Desa Napal Putih dan PT LAJ masih berbuntut (Tribunjambi/Mahreza)

Dia menyampaikan, warga setempat menginginkan pencabutan izin terhadap PT LAJ dan meminta Bupati Tebo, Sukandar untuk menyelesaikan konflik itu.

Namun, ujar Amsiridin, Pemkab tidak bisa serta-merta melakukan pencabutan izin, sebab izin diberikan langsung dari pusat. Untuk itu, dia mengatakan Pemkab Tebo akan segera meminta bantuan kepada Pemprov Jambi untuk menyelesaikan kasus ini.

Sementara itu, perwakilan Kesbangpol Provinsi Jambi hanya melakukan peninjauan lokasi untuk memperoleh fakta dan data untuk dilaporkan ke pusat.

Baca: IRT Asal Merangin Digelandang Polda Metro Jaya Terkait Hoax Roti Beracun, Korban Ngadu ke Fadli Zon

Baca: Gambaran Kota Terkejam di Dunia, Mayat-mayat Berserakan di Lantai hingga Deretan Kejahatannya

Baca: Polda Metro Jaya, Amankan IRT Asal Merangin yang Diduga Sebarkan Berita Hoax Roti Beracun

Dari rilis Kesbangpol Provinsi Jambi yang Tribunjambi.com terima, hasil peninjauan itu akan disampaikan untuk dibahas lebih lanjut.

"Hasil peninjauan langsung akan dibahas di tingkat Provinsi Jambi melalui Kesbangpol Provinsi Jambi  sehingga aktivitas perusahaan mau pun masyarakat dapat berjalan kembali normal, dan diharapkan kedua belah ke depanya bisa menghormati dan menjalani kesepakatan atau solusi yg diberikan oleh pihak provinsi," tertulis dalam rilis tertulis tersebut.

Sejumlah Warga Napal Putih Persenjatai Diri, Mengaku Waspadai Bekingan PT LAJ (Mareza Sutan A J/ Tribun Jambi)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved