SETELAH Diperkosa Beramai-ramai, Wanita Cantik Ini Mohon Ditinggalkan: Tapi Pelaku Malah Lakukan Ini
TRIBUNJAMBI.COM- Hannah Cornelius, 21, dibajak oleh empat pria saat ia menurunkan teman mahasiswanya
Kronologi awal dikatakan bahwa Hannah dan Marsh diculik setelah Hannah memberinya tumpangan pulang pada Mei tahun lalu pada tengah malam.
Baca: Soeharto Dipermalukan hingga Ditampar, Nasib Tiga Mantan Jenderal TNI Memprihatinkan Hingga Mati
Baca: Kades dan Janda yang Diinspeksi Malam-malam Diarak Warga, Denda Rp 30 Juta Lalu Pecat
Baca: Bupati Masnah Busro Hadiri Musrenbangnas di Jakarta, Bahas Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2020
Dia telah memarkir Golf VW birunya - hadiah dari neneknya - di luar flat, tetapi seketika sekelompok orang menyerang mereka dengan senjata.
Mereka menodongkan obeng ke dadanya dan membuka pintu mobil, serta menaruh pisau ke punggung Marsh, mengancam akan membunuhnya.
Marsh dirampok uang tunainya, teleponnya dan kemudian kelompok itu pergi ke rumah pengedar narkoba untuk membeli obat-obatan dan merokok shabu.
Baca: Sering Tertidur Usai Makan Sahur, Awas 6 Penyakit Mematikan Mengintai, Hindari Dari Sekarang
Baca: Mahfud MD Akui Soal Kasus Form C1 Tercoblos: Calon yang Kalah Fitnah, Pura-pura Lawannya Curang
Hannah terjepit di antara dua dari empat pria di kursi belakang VW.
Mereka menepi dan membawa Marsh ke semak-semak dan membuatnya membaringkan kepalanya di atas batu di tanah dan kemudian memukuli tengkoraknya dengan batu bata rumah.
Serangan brutal itu hanya berhenti ketika kelompok itu yakin dia telah mati.
Sore itu, Marsh pulih dari pingsan dan terhuyung-huyung ke rumah terdekat untuk meminta pertolongan agar Hannah bisa diselamatkan dan memanggil polisi.
Baca: Raffi Ahmad Minta Nagita Slavina Cari Video Klipnya Duet Yuni Shara, Begini Reaksinya Depan Rafatar
Baca: Hadiri Pengajian Ramadhan Terpadu BKMT, Fasha: Ibu-ibu Sebagai Agent of Changes
Hannah diseret ke semak-semak di kebun anggur dan diperkosa oleh setidaknya tiga pria dari empat, dalam apa yang digambarkan di pengadilan sebagai cobaan yang "sangat menyakitkan". (Adrie P. Saputra)