PENGAMANAN Soeharto ke Belanda Diremehkan, LB Moerdani Mengamuk, 'Kami Hanya Punya Satu Soeharto'
TRIBUNJAMBI.COM- Sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (BAIS) dan Panglima TNI, Benny Moerdani dikenal
Tapi para agen rahasia dan aparat keamanan Belanda ternyata menolak permintaan Benny.
Akibatnya, karena merasa diremehkan, Benny pun mengamuk dan mendamprat para keamanan Belanda itu sambil menggebrak meja.
`Kami hanya punya satu Soeharto! Apakah Anda bisa menjamin keselamatannya...!?' bentak Benny dalam Bahasa Belanda seperti dikutip dalam buku Benny Moerdani Yang Belum Terungkap.
Sebagai agen rahasia (intelijen) Benny memang dikenal mahir berbahasa Jerman, Belanda, Inggris, China, dan Bahasa Korea.
Baca: VIDEO: Jadwal Hari ke-5 Ramadan 2019 / 1440 H Imsak dan Buka Puasa Jambi, Jumat 10 Mei 2019
Baca: Arfita Dwi Putri Akhirnya Tak Kuat, Sang Pramugari: Saya nggak kuat deh, saya nggak sanggup
Baca: Tanggapan Mahfud MD Soal Eggi Sudjana Ditetapkan Sebagai Tersangka, Polisi Punya Alat Bukti Kuat
Para agen Belanda hanya bisa ketakutan berhadapan dengan Benny yang merupakan veteran perang RI dalam Perang Kemerdekaan dan Operasi Trikora melawan pasukan Belanda itu.
Tapi Benny tidak bisa berbuat banyak karena sedang berada di negara lain. Apalagi pemerintah Belanda sendiri ternyata tidak begitu menyukai Pak Harto.
Namun, kekhawatiran Benny ternyata terbukti. Suatu malam 31 Agustus 1970, sebanyak 33 anggota RMS bersenjata menyerbu Wisma Duta, rumah Duta Besar RI untuk Kerajaan Belanda.
Mujur Duta Besar RI,Taswin Natadiningrat yang pensiunan Letnan Jenderal lolos dari serbuan.
Baca: Tanggapan Mahfud MD Soal Eggi Sudjana Ditetapkan Sebagai Tersangka, Polisi Punya Alat Bukti Kuat
Baca: Pramugari Cantik Arfita Dwi Putri Merasa Hidupnya Sudah Tak Normal, Pasrah Pada Langkah Yama Carlos
Baca: Resep Berbuka Puasa Dengan Menu Bubur Buatan Sendiri, Murah dan Menyehatkan
Atas aksi bersenjata anggota RMS yang ternyata tidak bisa dicegah oleh aparat keamanan dan agen rahasia itu, pemerintah Kerajaan Belanda pun sangat malu.
Intelijen Belanda sendiri menjadi sadar bahwa apa yang disampaikan oleh Benny sambil marah-marah ternyata benar.
Rombongan Presiden Soeharto yang berkunjung ke IstanaHuis Ten Bosch pun kemudian mendapat pengawalan sangat ketat dan kunjungan tidak meggunakan kendaraan darat melainkan helikopter.
Baca: Ayah Tiri Perkosa Siswi SD 5 Tahun, 2 Kakak Korban Justru Membantu, Korban Kerap Pingsan di Sekolah
Baca: Hari Pertama Sekolah Saat Ramadhan di Bungo, Jam Belajar Siswa SD-SLTP Dikurang 10 Menit