Kisah Penembak Jitu Santana, Pria Lugu yang Gara-gara Gadis 13 Tahun Jadi Pembunuh 500 Orang

Walau hanya pernah berburu tikus hutan dan monyet untuk makanan, Santana dikenal sebagai penembak jitu.

Kisah Penembak Jitu Santana, Pria Lugu yang Gara-gara Gadis 13 Tahun Jadi Pembunuh 500 Orang
pixabay.com
Ilustrasi 

Dan si paman kini menyerahkan tugas pembunuh bayaran itu kepada ponakannya, kepada Santana, yang dia harapkan bisa menjadi penerusnya.

Santana sejatinya ogah, dia takut masuk neraka karena membunuh manusia lain.

Tapi ketika sang paman, Cicero, menjelaskan bagaimana Yellow telah menipu gadis itu dengan berjanji akan membawanya melihat lumba-lumba merah muda di Sungai Tocantins sebelum memperkosanya di rumahnya, Santan pun berubah pikiran.

Untuk menguatkan hati sang keponakan, Cicero, yang ogah berurusan dengan malaria, meyakinkan keponakannya bahwa Tuhan akan menilai sebaliknya.

Ya tinggal bertobat sajalah, kira-kira begitu nasihat sang paman.

“Dengan begitu aku jamin kamu akan dimaafkan,” kata Cicero.

Santana mencengkeram senapannya, dan menatap lurus ke arah dada Yellow ketika dia berdiri di atas perahu kayu di tanah terbuka dekat sungai.

Dia tahu bahwa hanya dalam jarak 40 yard, dia tidak mungkin melewatkan sasarannya.

Ketika tembakan akhirnya terdengar di keheningan hutan, Santana sempat melihat ekspresi teror yang sekilas melintasi wajah korbannya sebelum dia jatuh mati ke dasar kapalnya.

Postingan Terbaru Ustaz Abdul Somad Bikin Artis Melly Goeslow Tersentak, Langsung Ngucap

Sahabat Nikita Mirzani Ungkap Perlakuan Dipo Latief ke Niki Tak Seperti Anggapan Orang

Mantan Staf Ungkap Banyak Saksi TPS Pendukung Militan Ahok, Diinstruksikan Amankan Suara Jokowi

Viral, Dosen Unpad Curhat Bisa Gila, Gara-gara 6 Kelakuan Mahasiswa Bimbingan Skripsi

VIDEO-Tonton Dua Kesalahan Fatal Van Dijk, Semifinal Leg 1 Kontra Barca, Harus Dibayar Mahal

TERBARU Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Selisih Melebar

Kemudian Santana menyingkirkan mayat itu, membakar dan melemparkannya ke sungai, di mana piranha-pirahan sudah siap melahap sisa-sisa jasadnya.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved