Kisah Penembak Jitu Santana, Pria Lugu yang Gara-gara Gadis 13 Tahun Jadi Pembunuh 500 Orang

Walau hanya pernah berburu tikus hutan dan monyet untuk makanan, Santana dikenal sebagai penembak jitu.

Kisah Penembak Jitu Santana, Pria Lugu yang Gara-gara Gadis 13 Tahun Jadi Pembunuh 500 Orang
pixabay.com
Ilustrasi 

Kisah Penembak Jitu Santana, Pria Lugu yang Gara-gara Gadis 13 Tahun Jadi Pembunuh 500 Orang

TRIBUNJAMBI.COM-Namanya Julio Santana.

Julio Santana merupakan pembunuh bayaran paling mematikan di dunia, yang diklaim telah melakukan hampir 500 pembunuhan.

Julio Santana menjatuhkan lutut kirinya, lalu menyanggakan siku kanannya di pinggulnya dan memegang senapan berburu sampai orang yang disebut Yellow itu benar-benar dalam sasarannya.

Saat itu 6 Agustus 1971, dan Santana masih berusia 17 tahun.
Di desanya, jauh di tengah hutan hujan Amazon, dia tinggal di sebuah gubuk bersama orangtua dan dua saudara lelakinya.

Walau hanya pernah berburu tikus hutan dan monyet untuk makanan, Santana dikenal sebagai penembak jitu.

Postingan Terbaru Ustaz Abdul Somad Bikin Artis Melly Goeslow Tersentak, Langsung Ngucap

Sahabat Nikita Mirzani Ungkap Perlakuan Dipo Latief ke Niki Tak Seperti Anggapan Orang

Mantan Staf Ungkap Banyak Saksi TPS Pendukung Militan Ahok, Diinstruksikan Amankan Suara Jokowi

Viral, Dosen Unpad Curhat Bisa Gila, Gara-gara 6 Kelakuan Mahasiswa Bimbingan Skripsi

VIDEO-Tonton Dua Kesalahan Fatal Van Dijk, Semifinal Leg 1 Kontra Barca, Harus Dibayar Mahal

TERBARU Hasil Real Count KPU Pilpres 2019 Jokowi vs Prabowo, Selisih Melebar

Sementara itu, pria yang akan dia bunuh itu, Antonio Martins nama aslinya, adalah seorang nelayan berusia 38 tahun dengan rambut pirang dan berkulit putih.

Santana telah melihatnya di bawah kanopi hutan yang panas selama tiga jam. Saat itu, dia kurang yakin apakah dia benar-benar bisa menarik pelatuknya.

Yellow, kabarnya, telah memperkosa seorang gadis berusia 13 tahun di desa terdekat, dan ayahnya menyewa paman Santana, pembunuh bayaran profesional, untuk membunuhnya.

Santana tahu bahwa di Amazon yang luas dan tanpa hukum, penduduk setempat kerap menjalankan hukum dengan tangan mereka sendiri selama ratusan tahun.

Namun, dia terkejut mengetahui bahwa pamannya—seorang polisi militer—juga seorang pembunuh bayaran.

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved