Banyak Jalan Rusak, Damkar Batanghari Mengeluh "Kita Sampai Lokasi Api Sudah Padam"

Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Batanghari mengaku sering terkendala akses jalan saat berupaya melakukan pemadaman kebakaran.

Banyak Jalan Rusak, Damkar Batanghari Mengeluh
Tribunjambi/Rian
Kebakaran di Batanghari yang menghanguskan rumah warga. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Pihak Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Batanghari mengaku sering terkendala akses jalan saat berupaya melakukan pemadaman kebakaran.

Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran, Amir Hamzah mengatakan, hampir setiap akses jalan menuju kecamatan di Kabupaten Batanghari rusak. Sehingga sering menghambat petugas Damkar cepat sampai ke lokasi.

"Seperti yang kita ketahui, jalan di Batanghari ini rusak. Ketika ada kebakaran di salah satu kecamatan. Misalnya Pemayung, jalannya itu rusak parah. Dan itu memakan waktu lebih kurang 1 jam. Ketika kita tiba di sana, api sudah padam," ungkap Amir.

Bahkan, saat menuju Kecamatan Pemayung, akses jalan di sana kerap kali terjadi kemacetan yang cukup panjang. Bahkan, anggotanya harus turun untuk mengatur jalan agar armada bisa lewat.

"Itu salah satu keluhan kita. Seharusnya akses jalan itu salah satu pendukung ketika terjadi keadaan darurat seperti kebakaran," ujarnya.

Baca: 10 Kali Kebakaran Terjadi Dalam Empat Bulan di Batanghari, Ternyata Pemicunya Hal Sepele

Baca: Sekolah di Kota Jambi Buat Acara Perpisahan di Hotel, Disdik: Perpisahan Tak Perlu Mewah-mewahan

Baca: MENGHARUKAN, Sepasang Kekasih Gagal Menikah Setelah Keduanya Divonis Kanker Kelenjar Getah Bening

Baca: Baru 14 Menit Posting Nasehat Siap Hadapi Kenyataan, Akun Aa Gym Diserbu Netizen

Baca: Tunjangan Sertifikasi Guru SMA/SMK/PKLK di Provinsi Jambi Belum Bisa Dicairkan, Tunggu SK

Kendala lainnya adalah, Dinas Damkar Batanghari juga kekurangan armada. Idealnya, Damkar memiliki 13 unit armada yang tersebar di 8 kecamatan di Batanghari. Namun, saat ini hanya ada 7 unit armada.

"7 armada itu tidak semuanya rata di tiap kecamatan. Kecamatan yang ada armada damkar itu Kecamatan Mersam, Tembesi dan Bajubang. Itu masing-masing 1 armada. Sisanya berada di Mako ini. Tapi yang bisa beroperasi hanya 2 unit," katanya.

Untuk kecamatan yang tak tersedia armada, kata Amir, pihaknya bekerjasama dengan tiga kabupaten seperti Sarolangun, Tebo dan Muarojambi.

"Dengan perjanjian kerjasama antar daerah itu bisa di-backup dengan pos damkar dari masing-masing kabupaten itu. Semisal, jika ada kebakaran di Sugai Rengas yang dekat dengan Tebo bisa bantu oleh mereka," jelasnya.

Tahun ini, Amir menambahkan, pihaknya tak mendapat anggaran untuk penambahan armada maupun perawatan armada yang sudah berusia tua.

"Padahal kita sudah mengajukan anggaran untuk itu. Tapi tidak dapat," pungkasnya.

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved