Pariwisata dan Traveling
Buku Bumi Karema Rose Kampoong Hari Ini Diluncurkan, Ternyata Karema Nama Dewi Dalam Legenda Sulut
Karema adalah Nama seorang Dewi dalam Legenda Sulawesi Utara. Nama Karema diabadikan Rose Kampoong sebagai judul buku fotonya Bumi Karema
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Buku foto Bumi Karema, karya Rose Kampoong, yang bercerita tentang keindahan Sulawesi Utara, sore ini Rabu (27/03/2019), akan diluncurkan.
Acara yang akan dilakukan pukul 17.30 - 18.30 WIB di Flores Ballroom, Hotel Borobudur, Jakarta tersebut akan disambung dengan acara pameran foto, penampilan musik daerah Sulawesi Utara, kuliner dan fashion show.
Rose Kampoong, atau Ruthy Bambang Waskito adalah istri Jendral Polisi Bambang Waskito. Sore nanti bersama Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud akan menggelar press conference atas peluncuran buku foto @BumiKarema tersebut.
Bumi Karema, menurut Rose Kampoong adalah buku foto hasil karyanya dan beberapa kontributor foto yang berisi tentang budaya, adat istiadat, wisata religi dan pariwisata laut di Sulawesi Utara.
Sebanyak 150 buku fotonya tersebut, nantinya akan disumbangkan untuk dunia pendidikan dan pariwisata di Indonesia.
Baca: Review Gadget - Samsung Galaxy M10 Vs Galaxy M20, Harga Beda Tipis Simak Keunggulannya
Baca: BERAKHIR Empat Hari Lagi Isi SPT Tahunan 2019, Kamu yang Lupa EFIN Ini Cara Mudah Lakukan Pengisian
Baca: Windows 7 Pensiun Tahun Depan, Microsoft Andalkan Windows 10 Minta Pengguna Back Up Data
Dalam wawancara dengan RRI Manado, tadi pagi (Rabu, 27/03/2017), Rose Kampoong mengatakan ingin berpartisipasi menyelamatkan lingkungan lewat event foto. Dengan foto dia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa alam Sulawesi Utara sangat indah, dan butuh perhatian serta kontribusi kita semua untuk mengembangkan dan memeliharanya.
“Sulawesi Utara memiliki alam yang luar biasa indah. Harus kita pelihara dan diselamatkan untuk anak dan cucu kita,” ujarnya.
Foto-foto Rose Kampoong yang terkumpul dalam Bumi Karema merupakan hasil jepretannya selama ikut serta mendampingi tugas suaminya menjadi Kapolda di Sulawesi Utara beberapa waktu lalu.
Kepedulian Rose terhadap lingkungan dan keindahan alam Sulawesi mulai terbangun ketika dirinya ingin melihat tradisi mane’e (menangkap ikan di Sulut). Setelah browsing dan mencari info ke masyarakat, tradisi tersebut ternyata sudah jarang sekali dilakukan.
Baca: Dihujat Karena Pilih Ashanty, Balasan Aurel - Azriel Bikin Krisdayanti Banjir Air Mata: Terima Kasih
Baca: Daftar Kenaikan Gaji PNS dan TNI yang Keluar Pada April 2019, Sudah Diteken Presiden
Baca: Dianggap Sudah Meninggal Setelah 12 Tahun tak Pulang, TKW Yuliana Pulang Bawa Uang dan Emas
Penyebabnya adalah habitat ikan atau koral sudah banyak yang hancur. Dari situlah terbetik keinginannya untuk menyelamatkan lingkungan ikan dengan menanam mangrove dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
Seiring dengan kegiatan penyelamatan lingkungan itu, Rose melakukan aktivitas memotret tentang pantai dan kedalaman laut itu sendiri.
Dewi Sulawesi Utara
Pemilihan judul buku foto Bumi Karema, merupakan pilihan jeli dari fotografer ini. Pasalnya nama Karema, selama ini erat kaitannya dengan legenda Sulawesi Utara. Karema, menurut cerita tradisional, adalah Dewi yang “melahirkan” masyarakat dan tanah sulawesi
Tertulis dalam wikipedia.com, dalam versi Geraldo, cerita tentang Karema termasuk mitos. Pada zaman lampau orang Minahasa menganggap cerita ini suci dan tidak secara sembarang dikisahkan.
Baca: Bosan Diet Cara Lama, Coba Cara Diet Ala Jepang Cukup Atur Nafas Selama Tujuh Detik
Baca: TIPS Traveling Jangan Lupa Bawa Bola Tenis, Banyak Manfaatnya Loh, Baca Di Sini
Baca: Rumah Kosong Ternyata Menjadi Praktik Aliran Sesat: Boneka Jailangkung, Kain Kafan Hingga Sesajen
Cerita terkait asal-usul Sulawesi tersebut hanya dapat dinyanyikan pada upacara khusus seperti upacara Rumages asal kata "reges" artinya angin ataupun upacara Mangorai. Disebutkan, walau kisahnya sama tetapi jalan ceritanya berbeda.
Cerita Toar-Lumimuut yang paling lengkap dan yang terbaik diambil dari buku " Uit Onze Kolonien" tulisan.H.Van Kol. terbitan tahun 1903.halaman.160-165 dalam bahasa Tombulu " De Zang van Karema" ( nyanyian dewi Karema).
Dewa-dewi Toar-Lumimuut adalah leluhur pertama orang Minahasa, kedua manusia pertama orang Minahasa yang menurunkan seluruh orang Minahasa itu telah dikawinkan oleh seorang dewi yang bernama Karema.
Karema, Lumimuut dan Toar adalah dewa-dewi leluhur pertama orang Minahasa. Sebelum mereka ada juga beberapa nama leluhur lainnya, tetapi semua leluhur lainnya itu telah mati tenggelam ketika pada zaman purba terjadi banjir besar Ampuhan atau Dimenew yang membuat seluruh tanah Minahasa terbenam air kecuali satu puncak pegunungan Wulur Mahatus di Minahasa selatan.
Baca: Jadwal Perempat Final Liga Champions 2019, Live Streaming RCTI Leg Pertama 10 April 2019
Baca: Ada Yang Berbeda Dari Tangan Jokowi, Penuh Dengan Plesteran, Terluka Setelah Banyak Menyalami Warga
Baca: Prilaku Aneh Terlihat Jelang Ammar Zoni-Irish Bella Nikah, Wanita Ini Nilai Ranty Maria Kayak Stres
Sementara itu dalam Romeltea.com, merujuk pada Urban Dictionary, “Karema” adalah nama seorang gadis yang kecantikannya langka dan eksotis. Karema memancarkan keseksian dan kepercayaan diri seperti wanita lain. Pria tergila-gila padanya, karena dia lembut dan sensual, namun begitu menantang pada saat bersamaan.
Selain sangat cantik, dia juga seorang intelektual yang cerdas. Dia merangkul kegagalan dan kesuksesan tanpa kehilangan dirinya sendiri. Sangat berorientasi pada tujuan, dia dikenal untuk menaklukkan tantangan apa pun. Yang paling penting, dia setia dalam hubungan dan pertemanan dan sangat benci dikhianati.
Mungkin, pengertian karema dari Urban Dictionary inilah yang dimaksud dengan istilah “Bumi Karema”, merujuk pada wilayah yang memiliki kecantikan langka, unik, dan eksotis, yakni Sulawesi Utara.
Sulawesi Utara, dengan ibu kota Manado, selama ini dikenal dengan sebutan “Nyiur Melambai” karena daerah ini dulunya adalah penghasil kelapa terbesar di Indonesia dan salah satu yang terbesar di dunia.