Gugatan Cik Marleni dan Aang Purnama Ditolak Bawaslu Sarolangun, Erick Akan Koreksi ke Bawaslu RI

Kasus sengketa pemilu caleg di Sarolangun hari ini masuk dalam sidang putusan adjudikasi, yaitu Muhammad Syaihu Cs.

Gugatan Cik Marleni dan Aang Purnama Ditolak Bawaslu Sarolangun, Erick Akan Koreksi ke Bawaslu RI
Tribunjambi/Wahyu
Sidang adjudikasi sengketa Pemilu 2019 yang sedang berlangsung di Bawaslu Sarolangun memasuki tahap akhir. 

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Kasus sengketa pemilu caleg di Sarolangun hari ini masuk dalam sidang putusan adjudikasi, yaitu Muhammad Syaihu, Azakil Azmi, Jannatul Firdaus, Mulyadi dan Hapis serta pihak tergugat yaitu KPUD Sarolangun.

Tetapi dua orang caleg lainnya yaitu Cik Marleni dan Aang Purnama hari ini masuk dalam sidang putusan.

Pembacaan putusan dipimpin langsung oleh ketua majelis yaitu Mudrika didampingi oleh Edi Martono dan Johan Iswadi.

Dalam pembacaan putusan itu menyatakan dengan jelas bahwa pihak Bawaslu Sarolangun menolak putusan kedua caleg tersebut dan menyatakan secara sah bahwa SK putusan pencoretan keduanya sebagai daftar calon tetap (DCT) dalam Pemilu 2019 oleh KPUD Sarolangun.

Baca: Banyak Anggota BPD Perempuan, Berharap Pelayanan di Kecamatan Bathin XXIV Bisa Lebih Halus

Baca: VIDEO: Haris Buka Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Maut di Merangin, Keluarga Menangis Tak Sanggup

Baca: Kredit UMKM di Jambi Lebih Tinggi Dibanding Pertumbuhan Total Kredit

Baca: VIDEO: Tangis Keluarga Pecah saat Korban Kecelakaan Maut di Merangin Dipulangkan ke Rumah Duka

Baca: Dianggap Bukan Komoditi Unggulan, 17 Ribu Hektare Kebun Pinang di Tanjab Timur Kurang Perhatian

Usai mendengarkan putusan itu, kuasa hukum Cik Marleni dan Aang Purnama yaitu, Erick Abdullah mengatakan  bahwa gugatanya ditolak oleh bawaslu.

Erik mengatakan pihaknya akan melakukan koreksi terhadap putusan hari ini tetapi masih dalam pembicaraan bersama kliennya yaitu Cik Marleni dan Aang Purnama.

Katanya, keputusan ini belum ingkrah dan masih banyak upaya hukum yang akan dilakukan berdasarkan Undang-Undang dan pihaknya akan memaksimalkan kesempatan itu.

Langkah yang paling tepat sesuai peraturan bawaslu adalah koreksi merupakan langkah paling utama untuk melanjutkan sidang sengketa tersebut.

Ia meyayangkan dan kecewa karena sidang tidak diambil dari fakta persidangan dan menurutnya bawaslu dalam mengambil keputusan tidak kuat.

"Ya, karena mereka menafsirkan, kita akan koreksi ke Bawaslu RI," katanya.

Baca: Swiss-Belhotel Jambi Akan Adakan Earth Hour 2019, Ada Promo Spesial Makan Sepuasnya

Baca: 217 Peserta CPNS Pemprov Jambi Akan Terima SK Selasa Besok

Baca: Bupati Safrial Jadi Pemateri LK II HMI Tingkat Nasional, Ini Pesan yang Disampaikan

Baca: Pemprov Jambi Berikan Rp 22,7 Miliar dari Pajak Rokok untuk BPJS Kesehatan

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved