Pelecehan Seksual

Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Mahasiswi dan Honorer Jadi Korban, Begini Tindakan Rektor

Ratusan mahasiswa UIN STS Jambi demonstrasi di kampus, mengangkat isu pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen dan pejabat kampus

Dugaan Pelecehan Seksual di UIN STS Jambi, Mahasiswi dan Honorer Jadi Korban, Begini Tindakan Rektor
tribunjambi/syamsul bahri
Demonstrasi Mahasiswa UIN STS Jambi, menyoroti dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum petinggi Rektorat UIN STS Jambi dan dosen 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Ratusan mahasiswa UIN Sultan Thaha Syaifuddin Jambi melakukan demonstrasi di kampus, mengangkat isu dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen dan pejabat kampus kepada mahasiswi dan pegawai honorer.

Mahasiswa mengecam terjadinya dugaan pelecehan yang dilakukan oleh pejabat di biro keuangan UIN STS Jambi dan juga oknum dosen, Rabu (20/3/2019).

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) STS Jambi, Hadri Hasan melalui Wakil Rektor II, Hidayat, angkat bicara usai unjuk rasa yang dilakukan oleh ratusan mahasiswa di depan Gedung Rektor UIN STS Jambi.

Baca: Breaking News,Mahasiswa Demo, Oknum Pegawai Rektorat UIN STS Jambi, Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Baca: Siswa Kelas I SD di Jambi, Jadi Korban Pelecehan Kakak Kelas, Begini Kronologis yang Didapat PPA

Baca: Inilah Identitas Pejabat Kampus UIN STS Jambi yang Diduga Pelecehan Seksual ke Honorer Cewek

Disampaikan Hidayat, pihaknya merasa aksi unjuk rasa tersebut adalah suatu yang wajar dilakukan oleh mahasiswa.

Sedangkan terkait isi dari unjuk rasa mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum dosen dan pejabat di biro keuangan rektorat UIN STS Jambi, pihaknya sudah melaporkan hal itu pada Kementerian.

"Tentang tuntutan mahasiswa itu wajar-wajar saja karena terjadi dugaan pelecahan seksual yang terjadi di UIN STS Jambi,” ungkapnya.

“Pihak rektorat sudah membentuk tim, kita sudah panggil baik bentuk lisan, tulisan dan sudah di wawancarai dan hasil tim itu sudah di laporkan ke Jakarta (Kementerian)," ujar Hidayat.

Lebih lanjut Ia menjelaskan terkait dengan tuntutan memberhentikan oknum tersebut, UIN STS Jambi dalam hal ini Rektor tidak bisa memberikan keputusan.

Menurut Hidayat, pengangkatan dan pemberhentian dengan jabatan Kepala Biro itu dari SK Menteri.

"Biro itu SK dari menteri, jadi rektor tidak bisa mengangkat dan memberhentikannya,"katanya

Halaman
1234
Penulis: samsul
Editor: suang
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved