Kisah Militer

Jenderal AS Khawatir Aksi Ekstrem Denjaka, Jamuan Peluru Tajam Berseliweran di Depan Mata

Suguhan Denjaka itu membuat Letjen Duane geleng-geleng kepala dan khawatir. Pasalnya, peluru tajam berseliweran di depannya.

Editor: Duanto AS
Aksi Denjaka 

Suguhan Denjaka itu membuat Letjen Duane geleng-geleng kepala dan khawatir. Pasalnya, peluru tajam berseliweran di depannya.

TRIBUNJAMBI.COM - Jenderal AS ini tidak menyangka bakal mendapat suguhan ekstrem dari Denjaka, pasukan elite TNI AL.

Peristiwa ini terjadi saat Komandan Korps Marinir AS untuk kawasan Pasifik saat itu, Letjen Duane D Thiessen, datang markas Marinir di Cilandak. 

"Suguhan" ekstrem dari Denjaka diperlihatkan di depan mata, hingga jenderal dari Amerika Serikat terbelalak dan khawatir sendiri.

Denjaka atau Detasemen Jala Mangkara merupakan satu di antara pasukan elite TNI. Pasukan ini berada di tubuh Korps Marinir TNI AL.

Aksi Denjaka
Aksi Denjaka ()

Memiliki keahlian bertempur yang mumpuni, aksi Denjaka kerap mengundang decak kagum pasukan negara asing.

Latihan-latihan keras dan ekstrem pasukan elite TNI selalu dirahasiakan.

Baca: Kisah Sniper Kopassus Misterius, Bawa 50 Peluru Habisi 49 Orang, 1 Peluru untuk Diri Sendiri

Baca: Denjaka Kopaska Kopassus Meluncur di Laut, Perompak Somalia Tak Bekutik Minta Ampun

Baca: Kompi C Dikepung Sniper, YonGab Pasukan Elite TNI Dihujani Peluru oleh Teman yang Desersi

Baca: Hasil Liga Champion Tadi Malam PSG Vs Man United, Skor Akhir 1-3, Setan Merah ke Perempat Final

Baca: Racun Laba-laba Disulap Jadi Obat Kuat untuk Pria dan Wanita, Seperti Ini Caranya, Viagra Kalah

Meski begitu, hasil dari latihan yang mencengangkan itu kadang dipamerkan.

Pamer kemampuan itu bisa menggoncang para pejabat tinggi militer dari negara lain.

Seperti yang dilakukan Denjaka ini, para pejabat militer negara asing bisa menilai tingginya kualifikasi kemampuan pasukan khusus TNI.

Suguhan  ekstrem itu sekaligus untuk memberi pesan supaya ‘’tidak main-main’’ dengan pasukan khusus TNI.

'Jamuan ekstrem' untuk jenderal

Setiap ada pejabat baru dari komandan Korps Marinir AS (USMC) di kawasan Pasifik, selalu berkunjung ke Korps Marinir TNI AL.

Itu sebagai cerminan bahwa semua marinir bersaudara (marine brotherhood).

Denjak 'menjamu' pejabat tinggi militer negara asing yang notabene pasukan tempurnya bisa saja suatu kali berhadap-hadapan dalam suatu front pertempuran.

Pejabat bersangkutan sengaja dijamu dengan atraksi ekstrem pasukan khusus Denjaka.

Saat  Letjen Duane D Thiessen, berkunjung ke Markas Marinir di Cilandak pada Februari 2012, diterima oleh Komandan Korps Marinir Letjen (Mar), M Alfan Baharudin.

Denjaka
Denjaka ()

Kedatangan pejabat tinggi angkatan laut Amerika Serikat ini sengaja dijamu atraksi ekstrem Denjaka.

Penampilan Denjaka hingga membuat Letjen Duane geleng-geleng kepala dan khawatir.

Jenderal AS itu tak menyangka disuguhi adegan operasi antiteror dan pembebasan sandera.

Aksi pasukan Denjaka yang seharusnya berlangsung dalam kawasan yang terisolir, itu dilaksanakan di depan pasukan Korps Marinir TNI AL.

Yang bikin Duane mengelus dada dan khawatir, yaitu meski hanya atraksi atau sebatas latihan, aksi Denjaka ini menggunakan peluru tajam.

Dalam atraksi tersebut, satu regu pasukan Denjaka yang mengenakan gear lengkap tempur pasukan antiteror, memperagakan aksi tembak-menembak menggunakan peluru tajam dalam posisi posisi saling berhadapan.

Personel Denjaka mempergakan operasi pembebasan sandera.

Mereka masuk ke tengah-tengah upacara menggunakan kendaraan khusus, lalu melakukan atraksi tembak-menembak di atas dua truk yang biasa digunakan untuk mengangkut tank.

Di atas dua bak truk yang sudah dipasang sasaran tembak dari bahan khusus (kevlar), masing-masing berdiri satu personel Denjaka pada posisi saling berhadapan dalam jarak sekira sepuluh meter.

Lalu mereka melakukan atraksi saling menembak menggunakan senapan serbu berpeluru tajam dalam jarak dekat.

Sasaran tembakan adalah kevlar yang berada di samping kanan atau kiri personel Denjaka.

Semua pasukan Denjaka yang melakukan atraksi simulai antiteror itu memang mengenakan rompi anti peluru.

Dalam atraksi itu sama sekali tidak boleh ada kesalahan. Semua peluru yang ditembakkan harus tepat sasaran.

Jika tidak tepat sasaran, peluru bisa menghantam personel Denjaka atau menyasar kepada anggota Marinir yang berdiri tegap di arena seputar upacara.

Atraksi teknis pembebasan sandera dan serbuan antiteror menggunakan peluru tajam di depan umum itu hanyalah satu di antara kemampuan Denjaka yang dipertunjukkan.

Semua bisa berjalan lancar dan aman karena berkat latihan keras dan para personelnya yang terlatih baik (well trained).

Operasi khusus lautan

Pada prinsipnya, pasukan Denjaka dipersiapkan untuk melaksanakan operasi-operasi khusus di lautan.

Tapi, berkat pelatihan kerasnya, Denjaka juga mumpuni untuk melakukan operasi tempur di medan ekstrem baik di laut, darat, maupun udara.

Sebagai pasukan elite terlatih, Denjaka siap diterjunkan dalam medan tempur paling ekstrem. Pasukan ini juga siap menghadapi tantangan paling ekstrem.

Kisah-kisah militer dan pasukan elite TNI dapat dibaca di Tribunjambi.com.
 

Baca: Profil Profesor Intelijen Kopassus dan Profesor Siber Polri, Sama-sama Pangkat Jenderal Senior

Baca: Jenderal Jebolan Kopassus Terbang ke Thailand, 4 Penyanderaan yang Diselesaikan Pasukan Elite TNI

Baca: Mengenal Perbedaan 7 Lembaga Survei Elektabilitas Capres Paslon Jokowi-Maruf dan Prabowo-Sandi

Baca: Terbakar Api Cemburu, Pria Ini Cekik Istri Hingga Tewas Bawa Kabur Motor hingga Anaknya Menangis

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved