Sudah 5 Orang Meninggal Akibat DBD di Jambi, Ini Data Sebaran dari Dinas Kesehatan

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, pada minggu III-2019, kasus DBD yang terjadi di semua kabupaten/kota di Provinsi Jambi tinggal 67 kasus.

Sudah 5 Orang Meninggal Akibat DBD di Jambi, Ini Data Sebaran dari Dinas Kesehatan
Tribun Jambi/Zulkifli
Samsiran Halim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Zulkifli

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sempat mengalami peningkatan secara signifikan pada awal 2019, angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Jambi berangsur menurun.

Data Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, pada minggu III-2019, kasus DBD yang terjadi di semua kabupaten/kota di Provinsi Jambi tinggal 67 kasus.

"Kalau perkembangan DBD untuk bulan Februari ini sudah menurun, memang di Januari ada peningkatan kasus cukup tinggi, mungkin pengaruh musim, kan Januari banyak hujan, sementara masyarakat masih kurang memperhatikan kebersihan lingkungan," ujar Samsiran Halim, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, kepada Tribunjambi.com.

Samsiran mengatakan sampai minggu II Februari 2019, jumlah kasus DBD se-Provinsi Jambi yang ditemukan mencapai 400 kasus dan lima orang meninggal dunia.

Angka kasus DBD tertinggi masih di Kota Jambi. Kasus DBD yang meninggal dunia pun ada empat di Kota Jambi dan satu di Kabupaten Bungo.

"Kasus yang meninggal ini berdasarkan laporan dari rumah sakit, karena lambat ditangani. Mungkin pasien ini sudah terlalu parah atau dengue soksindrum baru dibawa ke rumah sakit," ungkap Samsiran.

Untuk penanganan DBD ini, Dinkes Provinsi Jambi lebih memprioritaskan pada pola pembasmian sarang nyamuk (PSN) secara alamiah, seperti menguras tempat-tempat penampungan air, serta membersihkan lingkungan rumah.

"Kita tidak fokuskan lagi pada foging. Kalau foging pun itu hanya foging lokasi di sekeliling saja. Kita tidak foging massal," ujar Samsiran.

Menurutnya, dengan pembasmian sarang nyamuk seperti menguras tempat-tempat penampungan air, dan genangan-genangan air dilingkungan rumah dinilai lebih efektif agar nyamuk penyebab DBD tidak berkembang biak.

"Pemberian abate atau obat pembasmi jentik nyamuk pun tidak dilakukan, kareba itu masih meggunakan zat kimia. Kecuali didaerah pesisir seperti Tanjabtim dan Tanjabbar, mereka kan masih menggunakan tandon air hujan untuk konsumsi. Kalau itu juga dikuras mereka mau menggunakan apa sehari-hari. Jadi abati lebih difokuskan di sana," imbuhnya.

FB LIVE

 Pertempuran North West Derby, Ini Head to Head Liverpool vs Manchester United sejak 12 Februari 1898

 Burung Langka Kakatua Raja Rp 200 Juta, Penyelundupan Satwa Langka Besar-besaran ke Luar Jambi

 Mahasiswa Itera Bunuh Diri Lompat dari TransMart 40 Meter, Si Perekam Video Malah Tertawa-tawa

 4 Taman Tempat Wisata di Bungo yang Wajib Dikunjungi, dari Agso Duo hingga Pusparagam

 Daftar 22 Nama Calon Menteri Kabinet Prabowo Beredar di Medsos, Ini Nama-nama yang Dituliskan

Penulis: Zulkifli
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved