Hilda Pilih Kabur Karena Menolak Dijodohkan, di Kirgizstan Pria Kerap Culik Wanita Muda
Ternyata Hilda dijodohkan dengan Iyep sejak kecil, seorang pegawai di kantor Desa Cikawung. Kisahnya membuat pilu.
Ternyata Hilda dijodohkan dengan Iyep sejak kecil.
Kedua orangtuanya menjodohkannya dengan seorang pemuda bernama Iyep (21), pegawai di kantor Desa Cikawung Kecamatan Pancatengah, Tasikmalaya.
Soal perjodohan ini tidak diketahui Hilda.
Gadis cantik ini baru mengetahuinya beberapa bulan sebelum hari pernikahannya.
"Dijodohin sejak kecil, tapi Hilda enggak dikasih tahu. Baru dikasih tahu beberapa bulan sebelum rencana pernikahan pada November 2018," lanjut Kapolsek Pancatengah AKP Joonaedi.
Informasi itu menurutnya diperoleh dari keterangan pihak keluarga kepada polisi.
"Saat kita kumpulkan tokoh keluarga dan aparat, keluarga Iyep yang awalnya mau dijodohkan dengan Hilda sudah ikhlas dan tidak akan menuntut apa-apa pada keluarga Hilda," kata Joonaedi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Hilda kabur dari rumah 4 November 2018 silam. Hilda memblokir nomor keluarga dan juga teman-temannya. Ia bak hilang ditelan bumi. Keluarga dan polisi masih mencari keberadaan Hilda. (ern/ern)
//
Pilih mengakhiri hidup, Kirgizstan
Salah satu fakta "unik" di Kirgizstan yaitu tingkat penculikan pengantin yang masih tinggi.
Sejatinya, kebiasaan kuno 'penculikan pengantin' yang membingungkan juga masih terjadi di negara-negara termasuk Moldova, Kirgizstan, Chechnya, Armenia, Ethiopia, Kazakhstan, dan Afrika Selatan.
Dilansir dari news.com.au, penculikan pengantin atau "ala kachuu" yang berarti "mengambil dan melarikan diri" sangat umum di Kirgizstan.
Di Kirgizstan, hampir 12 ribu wanita dan gadis muda diperkirakan diculik untuk menikah setiap tahun, kata Women's Support Centre.
Bagi para wanita muda yang mengalaminya, itu adalah cobaan yang benar-benar menakutkan.