Cari Gara-gara Lagi, Militan Abu Sayyaf Sandera WNI Kembali, Denjaka & Kopassus Pernah Diturunkan
Kedua sandera dengan wajah tertutup terlihat dalam rekaman, diyakini sebagai warga Indonesia, yakni Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45)
TRIBUNJAMBI.COM - Militan Abu Sayyaf yang menjadikan nelayan Indonesia dan Malaysia sebagai sandera untuk tebusan, mengancam akan memenggal kepala semua sanderabila tebusan belum dikirimkan.
Video yang muncul di Facebook pada 14 Februari lalu memaparkan seorang lelaki Indonesia dengan leher diancam pakai pisau meminta Presiden Indonesia dan pihak berkuasa agar berunding untuk membebaskan mereka.
Video itu dinaikkan seorang pengguna facebook dengan nama Kim Hundin pada jam 5 pagi waktu setempat.
Kedua sandera dengan wajah tertutup terlihat dalam rekaman, diyakini sebagai warga Indonesia, yakni Heri Ardiansyah (19) dan Hariadin (45)
Baca Juga:
Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi - Bos Freeport, Kronologi Menurut Tim Sukses Prabowo
Sniper Ini Merayap Sejauh 2,5 Km Selama 4 Hari: Demi Menembak Jenderal Viet Cong
Pria Ini di Bawah Todongan Pistol Dipaksa Menikahi Wanita yang Tidak Dikenalnya
UPDATE Penangkapan 2.270 Butir Ekstasi, Enam Pelaku Ternyata Masih Jaringan Lapas Kelas II A Jambi
Mereka diculik bersama seorang lagi warga Malaysia bernama Jari Abdulla (24) dari kapal nelayan yang berlabuh di Sandakan, di gugus kepulauan Tawi Tawi Filipina, 5 Disember 2018.
Video tersebut muncul beberapa hari selepas isteri Jari Abdulla, Nadin Junianti Abdullah dihubungi anggota Abu Sayyaf yang memberitahu, mereka tidak asal menerima komunikasi dari pihak berkuasa Malaysia atau perunding untuk membicarakan mengenai pembebasan semua tawanan.
Anggota yang menghubungi dalam bahasa Melayu.
Ketika ditemui di Sandakan pada 14 Februari, Nadin menggesa pihak berkuasa Malaysia agar membebaskan suaminya segera.
Dilansir media malaysia, Bharian, wanita itu mengatakan sudah dihubungi sebanyak dua kali oleh militan tersebut.
Sementara itu Ketua Polis Sabah, Datuk Omar Mammah mengatakan, kepolisian sedang bekerjasama dengan kepolisian di Filipina untuk membantu menyelamatkan semua tawanan.
Kopassus dan Denjaka Pernah Diturunkan Buru Militan Abu Sayyaf
Buat geram dan menjadi headline berita di Indonesia, Warga Negara Indonesia (WNI) disandera oleh perompak kejam asal Filipina.
Ya, berbicara perompak merupakan kelompok yang selalu meresahkan negara mana pun bila sedang beraksi.
Pasalnya, setiap melakukan aksinya, setidaknya warga negara sendiri menjadi korban, bahkan bisa hilang nyawa bila permintaannya tidak dipenuhi.
Indonesia sudah sering berurusan dengan perompak dari dalam dan luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/denjaka-dan-kopassus-serta-perompak-kelompok-abu-sayyaf_20180820_135642.jpg)