Pakai Sistem Jemput bola, Dukcapil Sarolangun Rampungkan Perekaman e-KTP di 12 Desa

"Bicara masalah data, apalagi data semester memang dikeluarkan per 6 bulan, dan data secara server seperti itu," ujarnya.

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Deni Satria Budi
tribunjambi/wahyu
e-KTP milik warga di 12 desa di Kabupaten Sarolangun, yang sudah selesai dicetak 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Berdasarkan data pemerintah provinsi yang menyebut bahwa Kabupaten Sarolangun urutan pertama dalam masalah perekaman e-KTP, dan berada diposisi teratas dengan persentase warga belum melakukan e-KTP sebanyak 44.407 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Sarolangun Helmi mengaku, berdasarkan keterangan itu, memang jumlah tersebut sesuai data provinsi dan pusat yang berjumlah 44.407 yang belum melakukan perekaman dari wajid e- KTP 223.211

Helmi mengaku, berdasarkan data dari database, data sebanyak 44.407 yang belum melakukan perekaman tersebut memang benar adanya.

Baca: Tersedia Seminggu ke Depan, Stok Blangko e-KTP di Kabupaten Batanghari Ada 2 Ribu

Baca: Hampir 300 Mobil Mewah yang Dipakai dalam KTT APEC Raib Tahun Lalu, Bagaimana Bisa?

Baca: 19 SMA di Bungo Siap Adakan UNBK Tahun Ini, Januar: Sudah 100 Persen

Ia juga tidak membantah dengan adanya data tersebut. Namun data secara faktual (data di lapangan) bahwa ia menyebut dalam satu tahun terakhir, sudah melakukan upaya selain menjemput bola ke lapangan dan pelayanan keliling (yanling) sudah dilakukan ke masyarakat sampai saat ini.

"Artinya secara faktual kami sudah melakukan falidasi data di bulan Desember dari Dirjen berkisar 16 sampai 17 ribuan yang belum merekam," jelasnya, Rabu (13/2/2019).

Menurutnya, Ini harus diklarifikasi dan diluruskan antara data dari database dan data faktual (data lapangan).

"Bicara masalah data, apalagi data semester memang dikeluarkan per 6 bulan, dan data secara server seperti itu," ujarnya.

Kadis Dukcapil Sarolangun melihatkan e-KTP warga di 12 desa yang sudah selesai dicetak dengan sistem jemput bola yang dilakukan Dukcapil
Kadis Dukcapil Sarolangun melihatkan e-KTP warga di 12 desa yang sudah selesai dicetak dengan sistem jemput bola yang dilakukan Dukcapil (tribunjambi/wahyu)

Dijelaskannya, pihaknya tidak bisa menghapus data atau merubah data di dalam database. Karena di dalam data itu ada permasalahan yang menyebabkan jumlah perekaman melonjak. Contohnya data orang meninggal yang belum di terbitkan akta kematiannya, ada yang pindah, dan NIK ganda.

"Orang meninggal, kita tidak bisa menghapus apabila tidak ada pemberitahuan dari kepala desa, itu yang menyebabkan jumlah perekaman jadi banyak. Sesungguhnya fakta di lapangan tidak sebanyak itu," terang Helmi.

Dari hasil di lapangan dan validasi data, di Desember 2018 ada sebanyak 17.400an yang belum melakukam perekaman. Dengan angka tersebut, dari Desember hingga ke Februari ini, pihaknya mengaku sudah melakukan gerakan jemput bola, bahkan e-KTP banyak yang sudah tercetak.

Baca: Daftar 12 Nama Anggota DPRD Provinsi Jambi yang Diperiksa Penyidik KPK di Mapolda Jambi

Baca: Ani Yudhoyono Sakit Kanker Darah, 3 Jenis & Pilihan Pengobatannya, Kemoterapi hingga Terapi Radiasi

Baca: Masih Dibuka Hingga Minggu (17/2/2019) Pendaftaran Online PPPK

"Dari 158 desa kita sudah turun ke lapangan sudah 80 sampai 90 desa. Kita dilapangan sampai menunggu mereka (masyarakat,red) sampai tidak ada lagi yang datang (melakukan perekaman, red). Sekarang ada 12 desa yang sudah jadi e-KTP nya dan siap untuk diserahkan," ujarnya sambil menunjukan e-KTP dari 12 desa yang sudah jadi.

Ia juga mengaku, jika pelaksanaan perekaman ke lapangan yang lokasinya jauh jangkauannya, masih menjadi perhatian dan kendala. Salah satunya transportasi jalan. Untuk mengatasi ini terutama di Kecamatan Batangasai dan (Mandiangin dalam) kita melakukan strategi.

"Strategi kita ke tengah desa untuk melakukan perekaman," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jambi
BERITATERKAIT
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved