Tersedia Seminggu ke Depan, Stok Blangko e-KTP di Kabupaten Batanghari Ada 2 Ribu
Dalam sehari, pihaknya hanya melayani pencetakan e-KTP sebanyak 150 lembar. Meski demikian, masyarakat yang melakukan pencetakan tidak sampai segitu.
Penulis: Rian Aidilfi Afriandi | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rian Aidilfi Afriandi
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Bagi masyarakat Kabupaten Batanghari yang ingin melakukan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik tak perlu khawatir. Sebab, stok blangko untuk seminggu ke depan masih tersedia.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Batanghari, Ade Febriandi mengatakan, blangko e-KTP hingga seminggu ke depan tersedia sebanyak lebih kurang 2 ribu lembar.
"Untuk stok (blangko) e-KTP saat ini aman," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (12/2/2019).
Baca: Ini Tiga Kecamatan di Tanjab Timur yang Mendominasi Wajib E-KTP Pemula
Baca: Tiga Langkah Sintong Panjaitan saat Pencopotan Prabowo Subianto, Kisah Pengepungan Rumah Habibie
Baca: Muchdi Pr Pendiri Gerindra yang Pernah Jadi Danrem 042/Garuda Putih di Jambi
Dalam sehari, pihaknya hanya melayani pencetakan e-KTP sebanyak 150 lembar. Meski demikian, masyarakat yang melakukan pencetakan tidak sampai segitu.
"Yang merekam sehari itu tak tentu. Paling sekitar 20-30 orang. Paling banyak itu 50 orang," ujarnya lagi.
Menurutnya, selain warga yang membuat baru, ada masyarakat yang mengeluh untuk diganti KTP-nya lantaran ada yang komponen yang menurutnya tak sesuai.
"Semisal fotonya miring itu mereka minta ganti. Tapi kita membagikan e-KTP sesuai berapa yang direkam saja," kata Ade.
Baca: Benarkah Avriellya Shaqila Nyaris Dijual Baby Sitter, Hingga Makna Tangisan di Depan Mapolda Jatim
Baca: Daftar Nama Purn TNI/ Polri Pendukung Capres. Dua Mantan Panglima Adu Strategi
Baca: Mobil BMW Langka yang Ini Masih Diburu oleh Kolektor Namun Miliki Harga yang Murah Tak Lebih dari
Baca: Daftar Mobil Bekas dengan Konsumsi BBM Irit, Ada yang Sampai 24km/Liter Loh, Perawatan Juga Mudah
Untuk 2019 ini, lanjut Ade, ada sekitar 10 persen lagi masyarakat yang belum memiliki e-KTP di Kabupaten Batanghari.
Menurutnya, masyarakat masih ada yang kurang memiliki kesadaran untuk mempunyai identitas diri. Alhasil, pihaknya harus jemput bola ke lapangan.
"Kita mereka ke desa-desa untuk melakukan perekaman e-KTP ke warga-warga desa yang belum memiliki identitas. Karena identitas ini penting," jelasnya. (*)