Harga Sembako di Pasar Sengeti Turun, Pedagang Mengeluh Dagangannya Sepi

"Iya, air masih ado yang genang-genang di kebun kan. Ini be paling buah dari tanaman yang pakek polibek, tarok di dekat rumah kan," ucapnya.

Harga Sembako di Pasar Sengeti Turun, Pedagang Mengeluh Dagangannya Sepi
tribunjambi/syamsul bahri
Harga sembako di Pasar Sengeti, Muarojambi, mulai turun. Namun, pedagang mengeluh karena dagangannya yang sepi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Sejak dua pekan lalu, harga kebutuhan pokok seperti sayur mayur di Pasar Sengeti, Muarojambi, mulai turun. Adapun barang-barang pokok yang turun tersebut seperti cabai merah dan cabai rawit.

Sebagaimana disampaikan Rosmah, pedagang sayur di Pasar Sengeti. Menurutnya, harga cabai merah untuk saat ini terbilang cukup murah, dibanding dua minggu yang lalu.

"Harga cabai merah untuk sekarang perkilo Rp20 ribu, sama dengan cabai rawit juga Rp20 ribu perkilo. Udah dua mingguan lah harga cabai segitu. Kalau sebelumnyo itu Rp23 - Rp25 ribu perkilo," jelas pedagang Cabai di Pasar Sengeti, Kamis (7/2/2019).

Baca: Nasib Model Cantik Berpenghasilan Satu Juta Dollar, Setelah Menikah Malah Jadi Gelandangan

Baca: Ini Kata Polisi Soal Video Viral Seorang Pria Hancurkan Motornya Sendiri Karena Ditilang Polantas

Baca: Jumlah Keluarga Miskin di Sarolangun, Masih Pakai Data 2015, Dinsos Minta Kades Segera Buat Laporan

Sementara untuk harga cabai rawit kampung, kata Rosmah, masih cukup tinggi yaitu Rp50 ribu perkilo. Hal ini karena debit air Sungai Batanghari, masih bermukim di perkebunan masyarakat.

"Iya, air masih ado yang genang-genang di kebun kan. Ini be paling buah dari tanaman yang pakek polibek, tarok di dekat rumah kan," ucapnya.

Sementara itu, untuk harga bawang merah juga terbilang murah. Untuk bawang merah dijual Rp 24 ribu perkilo, sedangkan untuk bawang putih dijual Rp 23 - Rp 25 ribu perkilo.

Selain itu, untuk harga ayam juga mengalami penurunan, sekitar dua pekan yang lalu harga ayam dijual kisaran Rp32 - Rp35 ribu perkilo.

Baca: Sempat Berencana Menabung Hingga Miliki Rumah Bersama, Ge Pamungkas Bersiteru Dengan Angie Ang

Baca: VIDEO: 2 Preman Terminal Siantar Minta Maaf ke Penumpang Bus Tujuan Jambi, Videonya Viral

Baca: Awas Alumunium Sebabkan Penyakit Berat, Penggunaan Untuk Alat Masak Perlu Perhatikan Bahan Makanan

Baca: Teguran Keras Wasekjen MUI ke Fadli Zon Agar Minta Maaf ke Santri Soal Puisi Doa yang Tertukar

"Kalau sekarang kita jual Rp30 ribu perkilo. Lah dua minggu lah turun," sebut Hartati, penjual Ayam.

Disisi lain, meskipun harga kebutuhan pokok murah, namun beberapa pedagang mengeluh dagangannya yang tidak habis. Sebagaimana disampaikan Rosmah, dagangannya tidak menentu dalam satu hari bisa habis atau tidak.

"Iyo sepi kek gini lah. Kadang habis kadang idak jualan, dak tau kenapo. Padahal hargo karet mulai naik, hargo sawit jugo lah naik," keluhnya.(*)

Penulis: samsul
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved