Tiga Megaproyek Infrastruktur Indonesia Ini Dibiayai Melalui Utang: Ini Proyeknya

TRIBUNJAMBUN.COM--Satu di antara yang menjadi menghambat perekonomian Indonesia adalah melambatnya

Editor: ridwan
Kereta Api 

Dengan tujuan kapasitas air 1,7 miliar m per kubik volume per tahun dan pengamanan banjir sebanyak 14.000 hektar.

3. Jalur KA (Double Track) Cirebon-Kroya

Pembangunan Jalur KA (Double Track) Cirebon-Kroya dibiayai melalui SBSN, dengan pembiayaan sekitar Rp800 miliar, menurut Kemenhub

Dengan tujuan meningkatkan kapasitas lintas kereta api per hari.

Memperlancar persilangan kereta api dari dan ke Jakarta, serta meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat melalui penyediaan infrastruktur transportasi.

Ini kabar gembira bagi masyarakat, khususnya pengguna kereta api (KA). PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan jalur ganda (double track) di lintas selatan Jawa akan rampung paling lambat pada tahun 2019.

"(Jalur) selatan mudah-mudahan akhir 2018 atau paling lambat 2019 sudah `double track` semua. Jadi sudah nyambung antara jalur utara dan selatan," kata Direktur Logistik dan Pengembangan PT KAI Budi Noviantoro di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa.

Budi menjelaskan, pemerintah telah berupaya membangun jalur ganda,  baik di sisi utara maupun selatan Jawa. Hal itu dilakukan agar ada keseimbangan pembangunan untuk menopang perekonomian wilayah Jawa, terutama di kawasan pesisir.

Ia mengatakan, sejumlah ruas jalur ganda di lintas selatan Jawa sepanjang Cirebon-Surabaya itu masih dalam proses pembangunan seperti segmen Kutoarjo-Kroya dan Kroya-Purwokerto.

"(Tinggal) Sekitar 30 persen yang belum selesai," katanya tanpa menjelaskan lebih rinci.

Budi mengatakan, secara umum pembangunan jalur ganda tidak lagi memerlukan proses pembebasan tanah karena lahan yang tersedia sudah siap bangun.

Pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa dibagi menjadi beberapa segmen, yaitu segmen Cirebon-Kroya, Kroya-Kutoarjo, Kutoarjo-Solo, Solo-Kedung Banteng, Kedungbanteng-Madiun, Madiun-Jombang dan Jombang-Wonokromo.

"Jalur selatan ini (panjangnya mencapai) sekitar 800-an kilometer; lebih panjang daripada jalur utara yang (panjangnya mencapai) sekitar 720 kilometer," ungkapnya.

Pembangunan Jalur Ganda Lintas Utara sendiri telah selesai pada Maret tahun 2014 dan dilanjutkan pengoperasiannya pada bulan April tahun yang sama.

Pembangunan Jalur Ganda Lintas Selatan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas lintas perjalanan KA serta mengurangi waktu tempuh perjalanan karena pada beberapa segmen baru tersedia satu jalur (single track).

Di samping itu, pembangunan jalur ganda akan mengurangi kemacetan lalu lintas jalan raya; meningkatkan pelayanan, aksesibilitas dan mobilitas orang dan barang antarkabupaten, antarkota maupun antarprovinsi; serta meningkatkan keselamatan perjalanan KA.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved