Listrik Padam di Sarolangun Sampai 10 Jam, Ini Penyebabnya Menurut Kepala PLN ULP Sarolangun

"10 jam lebih, mati biasonyo sebentar semenit idup lagi. Ini lah seharian dak idop, kerjoan numpuk," sebut Sarji, Kamis (17/1/2019)

Listrik Padam di Sarolangun Sampai 10 Jam, Ini Penyebabnya Menurut Kepala PLN ULP Sarolangun
tribunjambi/wahyu
PLN Sarolangun, berusaha memperbaiki tiang listrik yang patah dihantam truk 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Pemadaman listrik di Sarolangun, kembali dikeluhkan warga. Sebab, listrik padam di Sarolangun hingga 10 jam. Di Kecamatan Sarolangun, pemadaman listrik terjadi Rabu malam hingga Kamis (16-17/1/19) pagi.

Sarji, pemilik warung Fotocopy yang kesehariannya mengandalkan tenaga listrik, kecewa karena pengerjaan Fotocopy terhambat.

"10 jam lebih, mati biasonyo sebentar semenit idup lagi. Ini lah seharian dak idop, kerjoan numpuk," sebut Sarji, Kamis (17/1/2019).

Baca: Pesta Sabu, 3 Pria Ditangkap, 1 Oknum Polisi dan 1 Oknum Honorer, Ini Barang Buktinya

Baca: Pesan Ahok BTP Soal Pilihan Pilpres 2019, Ada Permintaan Khusus ke Ahokers, Kutip Soekarno

PLN Sarolangun melalui Manajer PLN ULP Sarolangun Rinaldo Jaya Sitorus mengatakan, pemadaman listrik pada Rabu malam hingga Kamis pagi, memang terjadi di beberapa wilayah Sarolangun yang akibatkan adanya tiang PLN patah karena di tabrak truk.

"Tiang tersebut merupakan suplai utama dari PLTU Samaran untuk wilayah Pelawan, Singkut dan Pulau Pandan," ujarnya, Kamis (17/1/2019).

Baca: Tidak Hadir tanpa Alasan, Sidang Gugatan oleh YLKI Ditunda karena Terlapor tidak Hadir

Baca: Film Keluarga Cemara Tembus 1 Juta Penonton! Ini 4 Faktanya, Kru & Pemainnya Dapat Kejutan Manis

Sejak Rabu malam hingga Kamis, pihak PLN masih berupaya menormalkan kondisi kelistrikan tanpa istirahat dan jeda. Karena menurut Rinaldo, untuk perbaikan tiang patah merupakan pekerjaan yang cukup berat karena memerlukan alat berupa crane.

"Kami dari PLN Sarolangun meminta maaf kepada pelanggan yang mengalami pemadaman akibat kejadian ini, dan untuk bersabar serta dukungan semua lapisan masyarakat," jelas Rinaldo.

Baca: Tragedi Jatuhnya Pesawat MH370 Terungkap, Sosok Nelayan ini Ngaku Melihat Pesawat Meledak di Laut

Baca: Perselingkuhan Memang Menyakitkan, Namun Mengapa Masih Ada yang Berselingkuh, Ini 8 Alasannya

PLN juga mengimbau kepada warga agar tidak menanam pohon tinggi seperti karet, bambu, palem, sawit, dll di bawah atau dekat dengan jaringan tegangan menengah dan merelakan tanam tumbuh yang berada di sekitar jaringan untuk di lakukan pemangkasan dan jika perlu dilakukan penebangan agar tidak mengganggu jaringan listrik. (*)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved