Keistimewaan Profesor Siber dari Polri dan Profesor Intelijen Pertama di Dunia dari Kopassus

Selain 'raja intel' Beny Moerdani, ada profesor siber dari kepolisian dan profesor intelijen Kopassus.Ini jejak karier dan keistimewaannya ...

Penulis: Duanto AS | Editor: Duanto AS
Kolase/TribunJambi.com
AM Hendropriyono dan Kopassus. 

Selain 'raja intel' Beny Moerdani, ada profesor siber dari kepolisian dan profesor intelijen Kopassus.Ini jejak karier dan keistimewaannya ...

TRIBUNJAMBI.COM - Indonesia memiliki beberapa 'jagoan' intelijen. Namun tak banyak yang mengetahui, dua di antaranya bergelar profesor.

Nama-nama besar yang terkenal di dunia intelijen, selain 'raja intel' Beny Moerdani, ada nama dari kepolisian dan Kopassus

Profesor intelijen pertama di dunia adalah Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, yang memiliki latar belakang Komando Pasukan Khusus. Dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan yang resmi menyandang gelar profesor dalam bidang siber.

Budi Gunawan dikukuhkan menjadi Guru Besar intelijen oleh senat guru besar Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), Sentul, Bogor, pada Rabu (8/8/2018).

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan
Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan (TRIBUNNEWS/HERUDIN)

//

Pengukuhan itu berdasarkan surat keputusan Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).

Menariknya, Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawani Memiliki rekam jejak akademis, bergelar doktor (PhD) dan mengantongi 22 surat pendukung dari profesor dan universitas dari dalam dan luar negeri.

Baca: Pasukan Elite AS Angkat Tangan saat Disuruh Makan Durian, Kopassus Vs Green Berrets

Baca: Rahasia di Balik Kekuatan Super Kopassus, Ular Kobra jadi Mainan lalu Minum Darahnya

Baca: Seperti Siluman, Personel Kopaska Ini Seorang Diri Tanpa Senjata Menyusup ke Kapal Perang Malaysia

Baca: Teguran Maut di Meja Biliar untuk Soeharto, Akhirnya Jenderal Benny Moerdani Dicopot

Siapa saja yang memberikan?

Dukungan itu dari  Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, Rektor Universitas Pertahanan, Rektor ITB, Profesor Rhenald Kasali dan Profesor Salim Said.

Jenderal Pol (Purn) Prof Budi Gunawan, SH, MSi, PhD, lahir di Surakarta, 11 Desember 1959. Dia tercatat sebagai jenderal termuda di Polri saat dipromosikan brigjen pol.

Riwayat Pendidikan Budi Gunawan

  • Akabri (1983)
  • PTIK
  • Sespim
  • Sespati
  • Magister Ilmu Politik dan Pemerintahan, Universitas Satya Gama
  • PhD, Public Administration and Criminal Justice, Lacrosse University

Jejak karier Budi Gunawan di Kepolisian

  • KapolsektaTanjung Karang Barat Poltabes Bandar Lampung
  • Kasat Lantas Poltabes Palembang
  • Kapolresta Bogor
  • Sesdit Lantas Polda Lampung
  • Kabag Sus Lantas Sundit Regident Dit Lantas Polri
  • Pamen SSDM Polri (Ajudan Wapres Megawati Soekarnoputri (1999-2001)
  • Pamen SSDM Polri (Ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri) (2001-2004)
  • Karo Binkar SSDM Polri (2004-2006)
  • Kaselapa Lemdiklat Polri (2006-2008)
  • Kapolda Jambi (2008-2009)
  • Kadiv Binkum Polri (2009-2010)
  • Kadiv Propam Polri (2010-2012)
  • Kapolda Bali (2012)
  • Kalemdiklat Polri (2012-2015)
  • Wakapolri (2015-2016)
  • Kepala Badan Intelijen Negara (2016-Sekarang)
Kopassus dan Delta Force
Kopassus dan Delta Force (Kolase/TribunJambi.com/nationalinterest.org)

//

AM Hendropriyono

Jenderal (Hor) TNI (Purn) Prof Dr Drs Abdullah Mahmud Hendropriyono, SE, SH, MBA, MH, atau sering disebut AM Hendropriyono, ahir di Yogyakarta, 7 Mei1945.

Hendropriyono adalah Kepala Badan Intelijen Negarapertama, ia dijuluki the master of intelligence karena menjadi "Profesor di bidang ilmu Filsafat Intelijen" pertama di dunia.

AM Hendropriyono dan Kopassus
AM Hendropriyono dan Kopassus (Kolase/TribunJambi.com)

//

Pendidikan AM Hendropriyono

  • Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang (lulus 1967)
  • Australian Intelligence Course di Woodside (1971)
  • United States Army Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Amerika Serikat (1980)
  • Sekolah Staf dan Komando ABRI (Sesko ABRI), lulus terbaik pada 1989 bidang akademik dan kertas karya perorangan dengan mendapat anugerah Wira Karya Nugraha
  • Kursus Singkat Angkatan VI Lembaga Ketahanan Nasional (KSA VI Lemhannas). 
  • Keterampilan militer: Para-Komando, terjun tempur statik, terjun bebas militer (Military Free Fall) dan penembak mahir.
  • Sarjana dalam bidang adminiatrasi Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Negara (STIA-LAN)
  • Sarjana Hukum dari Sekolah Tinggi Hukum Militer(STHM)
  • Sarjana Ekonomi dari Universit as Terbuka (UT) Jakarta
  • Sarjana Teknik Industri dari Universitas Jenderal Achmad Yani(Unjani), Bandung.
  • Magister administrasi niaga dari University of the City of Manila, Filipina
  • Magister di bidang hukum dari STHM
  • Doktor filsafat di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dengan predikat cum laude.
  • Guru Besar di bidang ilmu Filsafat Intelijen dari Sekolah Tinggi Intelijen Negara. Satu-satunya dan pertama di dunia yang menjadi Guru Besar Intelijen.

Jejak karier militer AM Hendropriyono

  • 1968-1972 - Komandan Peleton Komando Pasukan Khusus TNI-AD di Magelang
  • 1972-1974 - Komandan Kompi Prayuda Kopasandha (Komando Pasukan Sandi Yudha)
  • 1981-1983 - Komandan Detasemen Tempur 13
  • 1983-1985 - Wakil Asisten Personel Kopasandha merangkap sebagai Wakil Asisten Operasi
  • 1985-1987 - Asisten Intelijen Kodam V/Jaya
  • 1987-1991 - Danrem 043/Garuda Hitam Lampung
  • 1991-1993 - Direktur D Badan Intelijen Strategis ABRI
  • 1993-1994 - Direktur A Badan Intelijen Strategis ABRI
  • 1993-1994 - Panglima Kodam V/Jaya
  • 1994-1996 - Komandan Kodiklat TNI AD

Baca kisah-kisah Kopassus dan pasukan elite TNI di Tribunjambi.com.

Baca: Legenda Kopassus Berkaki Satu, Aksi Heroik dan Berani saat Pertempuran di Hutan Papua

Baca: Legenda Danjen Kopassus, Moeng Meski Hanya Bawa Sebilah Pisau, Menang dalam Pertempuran

Baca: Daftar Kapolri sejak 1946-Sekarang, Ini Beberapa Orang Jenderal Polisi Legendaris

Baca: Daftar Danjen Kopassus sejak 1952-Sekarang, Ungkap Misi Rahasia dengan CIA

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved