Jumat, 15 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Dua Sniper Legendaris Amerika, Seorang Diri Bunuh 109 Tentara, Ini Kisahnya

TRIBUNJAMBI.COM--Las Vegas, AS (2/10) diguncang oleh aksi serangan penembak jitu (sniper) yang

Tayang:
Editor: ridwan
Steyr Mannlicher
Ilustrasi Sniper 

Ketika usai bertugas di Vietnam, Waldron yang mendapat kenaikkan pangkat Staff Sergeant, bertugas sebagai instruktur di Army Marksmanship Unit.

Waldron juga sempat berkarier sebagai tentara bayaran, ahli senjata untuk CIA, mengajar di kursus menembak yang lokasinya disebut sebagai "tanah pertanian" yang mengajarkan motto membunuh atau dibunuh.

Waldron meninggal pada 18 Oktober 1995 di usia 62 tahun dan dimakamkan di Riverside National Cemetery, California.

Baca: Buah yang Jarang Dijumpai, Buah Raman, Rasanya Menyerupai Buah Mangga

Bertempur sebagai seorang sniper harus memiliki stamina dan mental baja.
Pasalnya untuk membunuh satu target terpilih membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan konsentrasi penuh seperti dialami Carlos Hathcock, sniper ulung Korps Marinir AS (USMC).

Sebagai seorang sniper, bakat alami Carlos Hathcock sebagai sniper sudah terlihat dari sejak kecil.

Selama usia remaja, Hathcock yang tinggal di pedesaan Little Rock, Arkansas sudah terbiasa memegang senjata api dan pergi berburu sendirian atau ditemani anjingnya.

Sewaktu berburu, Carlos bahkan mengandaikan sasaran yang ditembak sebagai tentara Nazi Jerman.

Kemahiran Carlos dalam berburu makin menjadi-jadi ketika ayahnya memberikan senapan bekas PD II.

Tak hanya ingin menjadi pemburu ulung, Carlos juga bermaksud bergabung dengan militer AS jika usianya sudah cukup.

Baca: Beredar Video Asusila Hubungan Inses Ayah dan Anak, Ini 8 Dampak Mengerikan pada Anak Hasil Inses

Ketika berumur 17 tahun Carlos pun diterima di Korps Marinir AS dan segera menjalani latihan dasar kemiliteran.

Kemampuan Carlos sebagai penembak jitu langsung ketahuan ketika dirinya berlatih menembak di pusat pendidikan USMC, Camp Pendleton, sehingga para intruktur selalu mengirimkan Carlos di setiap ajang lomba menembak.

Sewaktu ditempatkan di Company E, 2nd Battalion, 4th Marines, Hawai, Carlos berhasil memenangi lomba tembak Pacific Division dengan mudah.

Usai tugas di Hawai, Carlos ditarik lagi ke AS dan ditempatkan di Marine Air Station, Cherry Point, North Carolina.

Berbagai kejuraan menembak kembali dimenangi Carlos dengan score 248 sementara nilai tertinggi yang kemungkinan bisa dicapai oleh para sniper adalah 250.

Baca: Ratusan Pohon Duku di Sekernan, Mati Mendadak, Ini yang Dikatakan Pemilik Kebun

Nilai 248 yang pernah dipecahkan oleh Carlos belum ada yang melampaui hingga saat ini.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved