Melawan Suap Utusan Koruptor, Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Diserang dari Berbagai Sisi

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Artidjo

IST
Artidjo Alkostar 

"Dia (penyuap) nyasar ke Situbondo ke ponakan saya. Lalu dia menyerahkan, tolong ini disampaikan kepada Pak Artidjo, ini perkara ini. Tidak perlu saya sebut perkaranya. Ndak ada yang berani di sini. Pokoknya diiming-imingi lah mau usaha apa di Jakarta. Lalu terakhir dia mengatakan tolong di cek itu berapa," ungkap Artidjo menceritakan peristiwa itu.

Namun, keluarga besar Artidjo sudah mengetahui karakter dirinya.

Baca: Cinta Ditolak TInja Bertindak, Aksi Nekat Pria Ini Lempar Kotoran ke Wajah Sang Gadis

Baca: Pembuat Hoaks Surat Suara Tercoblos Terancam 10 Tahun Penjara, Polri Uji Barang Bukti yang Diperoleh

Baca: Polda Jambi Tandatangani Komitmen Integritas Reskrim Rasa Baru Penyidikan yang Cepat, Tepat, Tuntas

Sehingga baik keponakannya di Situbondo maupun keluarga besarnya di Madura tidak ada yang berani untuk mengganggu dirinya saat sedang bertugas.

"Famili saudara itu Artidjo saya bilang. Kalau hakim agungnya itu bukan. Jangan coba-coba untuk memengaruhi hakim agung," ucap Artidjo.

Artidjo pensiun pada Selasa (22/5/2018), karena telah genap memasuki usia 70 tahun. Namun secara administrasi, Artidjo pensiun per 1 Juni 2018.

Artidjo lahir hari ini, 22 Mei 1948. Artidjo memulai kuliah di Fakultas Hukum UII pada September 1967.

Selepas kuliah, Artidjo aktif di LBH Yogyakarta dan dilanjutkan sendiri dengan mendirikan kantor hukum Artidjo Alkostar and Associates. Praktik hukumnya itu difokuskan pada pembelaan hak asasi manusia dan masyarakat terpinggirkan.

Baca: Merangin dapat Rp43 Milyar dari PUPR Provinsi, Ini Peruntukannya

Baca: Selain Jual Ginjal, Ini 6 Hal Nekat Demi iPhone, Gadis Sampai Diperangkap di Kamar dengan 4 Pria

Pada awal tahun 2000, Artidjo resmi bergabung dan menjabat sebagai hakim agung kamar pidana di Mahkamah Konstitusi.

Selama 18 tahun menjadi hakim agung, berbagai perkara diadilinya.

Termasuk deretan perkara korupsi mulai dari mantan Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq, Mantan Anggota DPR fraksi Partai Demokrat Anggelina Sondakh, Mantan Ketua MK Akil Mochtar

Baca: Manajer vanessa Angel Sebut Jane Shalimar Berbohong, Hingga Membantah Perkataan Jane

Baca: Sedang Tayang di Bioskop - Sinopsis Film After Met You, Dilarang Baper Terutama Jomblo!

 Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Mantan Politikus Partai Demokrat Sutan Bathoegana, hingga mantan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Djoko Susilo.

Bahkan, yang sempat menjadi kontroversi yakni menolak Peninjaunan Kembali (PK) yang diajukan mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama alias Ahok.
Halaman sebelumnya

Editor: ridwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved