Melawan Suap Utusan Koruptor, Mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar Diserang dari Berbagai Sisi

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Artidjo

IST
Artidjo Alkostar 

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Mantan Hakim Agung Kamar Pidana Mahkamah Agung (MA) Indonesia, Artidjo Alkostar mengaku pernah mendapatkan serangan suap.

Ya, ia mendapat sederet iming-iming suap dari salah seorang yang akan dan sedang diperkarakan.

Terhitung, sebanyak tiga kali upaya penyuapan yang masih ingat betul oleh hakim yang telah mengabdi selama 18 tahun di MA ini.

"Pernah saya dikirimi datang ke tempat kerja saya juga pernah dari tampang pengusaha lah saya kira sudah dimuat di Kompas itu. Yang lain sudah katanya, saya marah betul. Ini apa saudara ini, saudara menghina saya," Artidjo saat sesi wawancara dengan awak media di media center Mahkamah Agung, Jl. Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (25/5).

Lalu, pria 70 tahun ini juga pernah mendapat kiriman cek foto copy dan menanyakan nomor rekening bank miliknya.

Baca: Cegah Jadi Tempat Sampah Dadakan, Dinas Perumahan dan Permukiman Muarojambi Bikin Taman

Baca: Merangin dapat Rp43 Milyar dari PUPR Provinsi, Ini Peruntukannya

Baca: Atiqah Hasiholan Jenguk Ibunya, Ratna Sarumpaet, Begini kabar Terbarunya di Polda Metro Jaya

Dicek tersebut, tertera jumlah nominal uang yang akan dikirimkan seseorang tersebut kepada Artidjo.

Namun, Artidjo langsung meradang dan geram terhadap orang tersebut.

"Tidak saya baca berapa jumlahnya pokoknya saya jawab kepada dia. Saya terhina dengan surat-surat anda itu. Itu jangan diteruskan lagi itu masalah menjadi lain," ucap Artidjo menirukan saat kejadian itu.

Kemudian, karena upaya beberapa pihak yang mencoba mengyuap Artidjo secara pribadi tidak berhasil.

Baca: Alvin Faiz Unggah Foto Sang Ayah dan Minta Didoakan, Ustaz Arifin Ilham Kini Dirawat di Penang

Baca: Jurnalis Sayangkan Sikap Satpol PP Usir Wartawan Peliput Mediasi Konflik di Kantor Bupati Sarolangun

 

Upaya penyuapan diarahkan kepada keluarga dengan mengimingi sejumlah usaha besar di Jakarta dengan syarat membujuk Artidjo agar terima suap dan bisa dinegosiasi dengan salah satu perkara.

Halaman
12
Editor: ridwan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved