Akan Dilantik Jokowi Jadi Kepala BNPB, ini Rekam Jejak Doni Monardo yang Pernah Jadi Danjen Kopassus
Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Doni Monardo akan dilantik jadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
Penulis: Andreas Eko Prasetyo | Editor: Andreas Eko Prasetyo
Sosok tegap dan pernah menduduki posisi strategis di dunia militer Indonesia ini akan berkecimpung di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)
TRIBUNJAMBI.COM - Mantan Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Danjen Kopassus) Doni Monardo akan dilantik jadi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggantikan Willem Rampangilei.
Sesuai kabar, pelantikan dirinya yang sebelumnya akan dilaksanakan pada hari Rabu (2/1/2019), secara resmi diundur.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Letnan Jenderal (Letjen) Doni Monardo menjadi Kepala BNPB.
Pelantikan Letnan Jenderal Doni Monardo sebagai Kepala BNPB dibenarkan Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi.
Baca Juga:
Info Terbaru Bencana Tsunami Banten dan Lampung, BNPB: 168 Meninggal, 745 Luka-luka, 30 Hilang
Korban Tsunami Banten dan Lampung, 40 Meninggal, 584 Luka-luka, BNPB: Pengaruh Gunung Anak Krakatau
Update Terbaru Korban Tsunami Banten dan Lampung, BNPB Nyatakan 20 Orang Meninggal 165 Luka-luka

"Pak Doni besok dilantik jadi kepala BNPB," ujar Johan Budi saat dihubungi, Jakarta, Selasa (1/1/2019).
Berdasarkan undangan yang diterima, Presiden Joko Widodo akan melantik Doni Monardo sebagai Kepala BNPB di Istana Negara pada Rabu (2/1/2019), pukul 09.00 WIB.
Doni Monardo saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional sejak 14 Maret 2018.
Sebelum menjabat Sekjen Wantannas, Doni yang merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 menduduki posisi sebagai Panglima Komando Daerah Militer lll/Siliwangi.
Baca Juga:
Paskal Pasukan Khusus Malaysia yang Dilatih Kopaska, Kenakan Baret Ungu Kagum Dengan Marinir TNI AL
Hal Aneh Terlihat Saat Erix Soekamti Berkunjung ke Makam Andi Seventeen dan Menanyakan Formasi Baru
Hal Mengerikan dan Bikin Merinding Dilihat Gadis Indigo ini Pada Indonesia di Tahun 2019
Jenderal kelahiran Cimahi, Jawa Barat, 10 Mei 1963 (umur 55 tahun) merupakan seorang perwira tinggi TNI-AD yang sejak 14 Maret 2018 menjabat sebagai Sesjen Wantannas dan berbagai jabatan lainnya.
Doni juga tercatat pernah bertugas di Aceh pada tahun 2005 sampai dengan 2006.
Tapi setahun di Tanah Rencong, Doni kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres.(*)
Rekam Jejak Doni Monardo

Sebelum menggantikan Willem Rampangilei, Letjen Doni Monardo menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan.
Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengonfirmasi kabar penunjukan Doni sebagai Kepala BNPB.
"Benar, Pak Doni Monardo yang menjadi Kepala BNPB," ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi SP kepada Kompas.com, Selasa (1/1/2019).
Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BNBP, jenderal bintang tiga kelahiran Cimahi, Jawa Barat ini menjabat sebagai Wantanas sejak sembilan bulan lalu.
Baca Juga:
Percaya atau Tidak, 4 Zodiak ini Jadi yang Paling Bahagia di Tahun 2019, Kamu kah itu?
Dipuji SBY Soal Freeport, Ini Tanggapan Said Didu tentang Kebenaran dan Pembenaran
Ketika Kekuasaan Soeharto Tumbang Karena Tak Dengarkan Teguran Sosok yang Ia Kagumi ini dan Menyesal
Doni juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi dan Panglima Komando Daerah Militer XVI/ Pattimura.
Lulusan Akademi Militer tahun 1995 ini sempat menjabat Komandan Pasukan Pengamanan Presiden di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat, Sutopo Purwo Nugroho berharap Kepala BNPB yang baru harus siap dalam memberikan laporan dan saran yang tepat bagi presiden dalam setiap kondisi darurat.
"Kepala BNPB harus orang pintar, profesional, dan dekat dengan presiden. Soalnya, dalam kondisi darurat bencana, Kepala BNPB harus memberikan laporan kepada presiden setiap saat, baik diminta maupun tidak diminta," kata Sutopo.
Profil Letjen Doni Monardo
Dilansir dari wikipedia, Doni, lulusan Akademi Militer (Akmil) 1985 ini berpengalaman dalam bidang infanteri. Jabatan terakhir jenderal bintang tiga ini adalah Panglima Komando Daerah Militer III/Siliwangi.
Penempatan pertama langsung pada Komando Pasukan Khusus atau Kopassus tahun 1986 sampai dengan 1998.
Selama di Kopassus dia pernah ditugaskan ke Timor Timur, Aceh dan daerah lainnya.
Baca Juga:
Mulai 1 Januari 2019 Tipe Ponsel (HP) Berikut Tak Bisa Lagi Akses WhatsApp (WA)
Jadi Komplotan Pencuri Motor, Ibu Ini Ngaku Hasilnya untuk Kebutuhan Anak
Vidi Aldiano Incar Vanesha Prescilla, Ketahuan Jevin Julian, Adipati Dolken Mau Dikemanain?
Pada tahun 1999 hingga 2001, lelaki yang suka kegiatan menembak dan beladiri ini ditugaskan pada Batalyon Raider di Bali.
Kemudian ditarik kembali di Paspampres hingga tahun 2004, lalu mengikuti pelatihan counter terrorism yang dilaksanakan di Korea Selatan.
Pada tahun 2005 sampai dengan 2006 Doni ditugaskan di Aceh.
Setahun di sana, dia kembali ditarik ke Jakarta bergabung dengan Paspampres.
Pada tahun 2006 dipindahkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, di Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat, atau yang lebih dikenal dengan Kostrad.
Salah satu program yang hingga kini dikenang masyarakat Makassar adalah penghijauan beberapa kawasan tandus di Sulawesi Selatan termasuk di sekitar Bandara Hasanuddin.
Setelah di Makassar, Doni di promosikan menjadi Dan Grup A Paspampres hingga 2010.

Selama bertugas mengawal orang nomor satu di Republik Indonesia ia sudah mengikuti kunjungan Presiden Indonesia ke 27 negara di dunia.
Puas di Paspamres, Doni kemudian diberi kepercayaan menjadi Danrem 061 Surya Kencana Bogor.
Hanya beberapa bulan menjadi Danrem di Bogor, Doni diberi kepercayaan menjadi Wadanjen Kopassus.
Salah satu tugas yang melambungkan namanya adalah ketika ditugaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk pembebasan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak oleh perompak Somalia.
Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal.
Bulan April 2012 Doni mengikuti pendidikan PPSA XVIII di Lemhannas.
Baru empat bulan di Lemhannas Doni dipromosikan menjadi Danpaspampres.(*)
Baca Juga:
Kadis PU Sarolangun Jadi Tersangka Korupsi, Sekda: Kawan-kawan, Hati-hati
Komunitas di Tanjabtim Manfaatkan Perayaan Tahun Baru untuk Galang Dana Bantu Korban Tsunami
Diduga Tak Ikut Tes SKB Namun Dinyatakan Lolos, Peserta Tes CPNS di Batanghari Protes
Artikel ini telah tayang di tribunbatam.id dengan judul Profil Letjen Doni Monardo yang Akan Dilantik Jadi Kepala BNPB. Lulusan Akmil Tahun 1995
IKUTI KAMI DI INSTAGRAM:
NONTON VIDEO TERBARU KAMI DI YOUTUBE:
IKUTI JUGA FANSPAGE TRIBUN JAMBI DI FACEBOOK: