Gara-gara Tak Mau Pindah, Seorang Pemuda di Bungo Dibacok Celurit

Sempat terjadi adu mulut antara korban dan pelaku. Tiba-tiba salah seorang pemuda mengeluarkan celurit.

Gara-gara Tak Mau Pindah, Seorang Pemuda di Bungo Dibacok Celurit
pixabay.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Jaka HB

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Seorang pemuda dibacok kepalanya hanya karena tak mau pindah tempat duduk, Selasa (25/12). Pemuda itu bernama Tomi (18) warga Kampung Panual, Dusun Ujung Tanjung, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo.

Tomi kemudian dilarikan ke Puskesmas Rantau Ikil setelah menjadi korban pembacokan. Peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

Deri (20), rekan korban mengatakan, peristiwa pembacokan tersebut dilatarbelakangi masalah sepele. Awalnya kata Deri bersama korban tengah membakar ikan di pinggir air terjun Dusun Panual.

Baca: Update Korban Tsunami Banten dan Lampung Bertambah Mrenjadi 429 Meninggal, 16.802 Korban Mengungsi

Baca: Berikut Ini Kategori Warga Binaan yang Dapat Remisi Natal di Lapas Tebo

Baca: Ini Jadwal dan Syarat Perekrutan P3K, Beda Gaji serta Fasilitas yang Diterima dengan PNS

Baca: Berikut Ini Kategori Warga Binaan yang Dapat Remisi Natal di Lapas Tebo

Saat tengah membakar ikan datang dua pasangan muda-mudi dengan mengendarai dua unit sepeda motor. Selanjutnya, kata Deri, pemuda yang datang itu menyuruh mereka untuk pindah tempat dengan alasan teman perempuan mereka mau mandi.

"Orang itu datang dan langsung menyuruh kami pindah ke atas. Katanya yang perempuan mau mandi. Tapi karena kami sedang bakar ikan, kami tidak mau pindah," ujar Deri, yang akibat kejadian tersebut juga mengalami luka ringan pada kaki dan tangan.

Setelah itu, terjadi adu mulut antara korban dengan pemuda yang baru tiba. Tiba-tiba salah seorang pemuda mengeluarkan celurit.

"Kami sempat mempertahankan diri dengan berkelahi. Tapi karena pelaku membawa senjata, teman saya (Tomi, red) terkena bacokan pada bagian kepala," kata Deri.

Setelah terjadi pembacokan, pelaku langsung kabur. Sementara korban langsung dilarikan ke Puskesmas oleh warga.

Baca: Kasus Pipanisasi, Mantan Kadis PU Tanjabbar dan PPK Beri Keterangan, Ini Kata Mereka

Baca: Amankan Natal dan Tahun Baru 2019, Polres Muarojambi Kerahkan 170 Personel

Baca: Syarifah Nyaris Terkena Peluru Nyasar yang Menembus Atap Rumahnya

Baca: Jadi Tersangka Narkoba, Status PNS Edi Pegawai Lapas Anak Muara Bulian Tunggu Hasil Sidang

Baca: Ahok Mendirikan Perusahaan, Buku pun Ditulisnya dari Dalam Sel, Diprediksi Bebas Penjara Makin Kaya

Setelah kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Jujuhan. Mendapatkan laporan, anggota Polsek langsung ke puskesmas dan olah TKP juga memintai keterangan dari berbagai saksi.

Sampai saat ini pihak Polsek Jujuhan masih menyelidiki kasus ini akan mencari pelaku pembacokan.

Sementara itu, Duli Ramhan, dokter Puskesmas Rantau Ikil mengatakan, korban mengalami luka di kepala atas panjang 2,5 cm lebar 1 cm dan dalam 1 cm.

"Setelah kami tangani, keluarga korban minta dirujuk ke Rumah Sakit Hanafi Muara Bungo," ujarnya.

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved