Kisah "Hantu" Kebesaran Sir Alex Ferguson, Blunder Guardiola dan Gagalnya Si Tuan Spesial

Upaya ini berakhir dengan cara yang paling aduhai konyolnya. Guardiola gagal menangkap maksud Sir Alex.

Editor: Nani Rachmaini
Tribunjambi.com/Rian Beckend
Jose Mourinho Resmi Dipecat Manchester United 

Boring Manchester atau Manchester yang membosankan, demikian selalu disebut.

Di saat yang sama, di bawah Manuel Pellegrini, Manchester Biru, The Citizen, klub tetangga yang selama bertahun-tahun hanya dipandang sebelah mata dan disebut 'berisik' oleh Sir Alex, menjelma kekuatan baru di Inggris dan Eropa.

Bukan hanya kuat, permainan mereka juga atraktif.

Moyes gagal, van Gaal juga gagal, dan bayang-bayang kebesaran Sir Alex Ferguson makin menguat jadi hantu yang bergelantungan di tropi-tropi yang dipajang di lemari piala di Old Trafford.

Kebesaran yang seolah-olah menertawakan tiap-tiap kegagalan yang dialami Manchester United.

Kebesaran yang mengadang langkah pemain-pemain incaran untuk datang lantaran takut kepindahan ke Theater of Dream akan jadi kuburan bagi karier mereka.

Manajemen bergerak lagi dan pilihan dijatuhkan pada Jose Mourinho.

Tiga tahun setelah hari- hari yang mencemaskan, Mourinho akhirnya diminta datang ke Old Trafford, dan para suporter Manchester United di seluruh penjuru dunia bersorak.

http://cdn2.tstatic.net/medan/foto/bank/images/guardiola-sir-alex-mourinho.jpg
Foto kolase Josep Guardiola dan Jose Mourinho bersama Sir Alex Ferguson (WWW.DAILYMAIL.COM)

Mereka memandang ini pilihan pantas. Dari tolok ukur prestasi, Mourinho yang menjuluki dirinya sendiri The Special One, mengoleksi gelar juara dari empat kompetisi berbeda --Portugal (FC Porto), Inggris (Chelsea), Italia (Inter Milan), dan Spanyol (Real Madrid).

Sisi popularitas pun tak perlu diragukan. Mulut besarnya yang selalu mencecarkan kalimat-kalimat tak terduga, tak pernah tidak ditunggu oleh media.

Sejak Mourinho hadir di kancah sepakbola dunia, sepakbola tidak lagi sekadar perkara sepak-menyepak bola, tetapi juga drama yang menguras emosi.

Di tangan Mourinho, sepakbola adalah juga telenovela, dan dia menempatkan diri sebagai tokoh berkarakter abu-abu, kadang protagonis kadang antagonis.

Pendek kata, manajemen, juga para suporter Manchester United, yakin betul di tangan Mourinho kecemerlangan era Sir Alex akan terulang.

Pun ketika tetangga yang berisik itu, Manchester City, memecat Pellegrini dan menggantikannya dengan Guardiola, keoptimistisan tak surut.

Sebaliknya, justru merebak jadi semangat yang serba menggebu.

Baca: Sembuh Total dari Kanker Payudara, Ini 3 Tips dari Rima Melati, Salah Satunya Minum Jus buah Ini

Baca: Ingin Mendahului, Ini Kronologi Kecelakaan Bus Famili Raya di Tebo, Versi Penumpang

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved