Kisah "Hantu" Kebesaran Sir Alex Ferguson, Blunder Guardiola dan Gagalnya Si Tuan Spesial
Upaya ini berakhir dengan cara yang paling aduhai konyolnya. Guardiola gagal menangkap maksud Sir Alex.
Entah pula apakah ada nama Jose Mourinho atau tidak di sana.
Pada Diego Torres dari surat kabar El Pais, Mourinho berterus terang bahwa hari-hari awal Mei 2013 itu, matanya selalu awas pada layar telepon selular.
Hari-hari mencemaskan. Mourinho, kata Torres, berharap seseorang yang selalu dianggapnya sebagai "Godfather of Football", satu-satunya pelatih yang pernah dia panggil "Boss", Sir Alex Ferguson, meneleponnya dan menawarinya menangani Manchester United.
Tawaran itu tak pernah datang. Moyes yang terpilih, dan Torres bilang, saat tahu dirinya dilewatkan, Mourinho yang sedang menghadapi hari-hari sulit di Real Madrid menyusul "pemberontakan" yang dipimpin Iker Casillas dan Sergio Ramos, merasa seperti ingin menangis.
Baca: Belasan Kerangka Manusia Ditemukan Saat Gali Septic Tank, Berbalut Plastik Hitam dan Biru
Baca: Operasi Lilin 2018, Ini Daerah Rawan Laka Lantas dan Kriminalitas di Sarolangun
Baca: Hormati yang Ibadah, Wabup Minta Masyarakat Jangan Berlebihan, Peringati Malam Pergantian Tahun
Begitulah, seiring perjalanan waktu, terbukti pula bahwa intuisi Sang Legenda tak meleset.
Pilihan pertamanya, Guardiola, meraih tujuh gelar besar (major title) di Munchen, hanya kalah dari Ottmar Hitzfeld yang mengoleksi sebelas.
Di Old Trafford sendiri yang terjadi adalah kontradiksinya. David Moyes gagal sampai pada titik prospektif tadi.
Alih-alih mempertahankan kedigdayaan, di tangannya, Manchester United justru kerap jatuh jadi objek lelucon.
Manajemen bergerak cepat. Moyes dipecat, dan setelah sempat dipegang Ryan Giggs dalam empat laga, datanglah Louis van Gaal.
Satu nama besar yang telah mencatatkan diri sebagai pelatih juara di tiga kompetisi berbeda --Belanda (Ajax Amsterdam dan AZ Alkmaar), Spanyol (FC Barcelona), dan Jerman (Bayern Munchen).
Dua hari sebelum menandatangani kontrak sebagai pelatih Manchester United, Van Gaal membawa tim nasional Belanda menduduki posisi ketiga di Piala Dunia 2014.
Bermain di Stadion Nacional Mane Garrincha, Belanda melibas tuan rumah Brasil tiga gol tanpa balas.
Memiliki reputasi sementereng ini, siapa berani meragukan Louis van Gaal? Namun kenyataan bicara lain.
Dua tahun di Old Trafford, 16 Juli 2014 sampai 23 Mei 2016, van Gaal hanya mampu meraih satu gelar Piala FA.
Baca: Ciri Tokoh Sentral Perang Antar Suku Papua, Info Intelijen Pembantaian Nduga, dan Jatah Freeport
Baca: Ingin Mendahului, Ini Kronologi Kecelakaan Bus Famili Raya di Tebo, Versi Penumpang
Baca: Belasan Kerangka Manusia Ditemukan Saat Gali Septic Tank, Berbalut Plastik Hitam dan Biru
Lebih menyedihkan, sebagaimana Moyes, Manchester United di era van Gaal juga lebih sering diolok-olok.