Sudah Melakukan Diet Tapi Kok Tetap Saja Gemuk? Rupanya Ini Penyebabnya
TRIBUNJAMBI.COM -- Rasanya, wanita mana pun selalu ketakutan bila tubuhnya gemuk.
TRIBUNJAMBI.COM -- Rasanya, wanita mana pun selalu ketakutan bila tubuhnya gemuk.
Lalu, banyak wanita yang sudah berusaha mengurangi atau mengatur pola makannya, agar tidak memiliki tubuh yang gemuk.
Bahkan, ada pula yang sampai meninggalkan pola makan kurang sehat dan mulai membiasakan gaya hidup sehat agar tidak gemuk, namun tetap gagal.
Biasanya, lemak di sekitar pingganglah yang sangat sulit untuk dihilangkan.
Baca: 8 Mobil Perusahaan Ditahan, Warga Desa Muaro Kibul Tagih Janji
Baca: Bentuk Garis Tangan Ini Tandakan Anda Punya Bakat Kaya Raya di Masa Depan, Cek Apakah Kamu Punya?
Baca: Rumah Bos Kosmetik Martha Tilaar Dulu Disebut Angker dan Berhantu Kini Jadi Tempat Wisata Hits
Sulitnya mengurangi ukuran lemak di pinggang salah satunya memang karena pola makan, tapi ada hal lain yang bisa jadi penyebabnya.
Faktor hormonal dinilai menjadi salah satu peran penting seseorang sulit mengurangi ukuran pinggangnya, meski sudah berusaha menjaga pola makan.
Adanya gangguan hormonal tersebut biasanya dibarengi seiring bertambahnya usia seseorang, sehingga lemak di perut pun ikut menempel.
Baca: Truk Bermuatan Kelapa Sawit Terguling, PS Bermuatan Kayu, Patah AS, Mendalo-Aur Duri I Macet
Baca: Menekan Permasalahan Sampahnya, Bea Cukai Optimis Bisa Terapkan Cukai Plastik di 2019
Melansir dari Prevention, penelitian terbaru menyebut bahwa di era saat ini, banyak perempuan yang sudah pasca-menopause memilih melakukan terapi pengganti hormon agar lemak di perutnya berkurang.
Tetapi, jika rutin melakukan gaya hidup sehat, dalam kurun waktu tertentu, lemak di pinggang juga bisa berkurang.
Sebelumnya, kenalu dulu berbagai sebab memiliki tubuh gemuk, apakah karena asupan makanan manis, hormon, atau lain sebagainya.
Baca: BPOM Tarik Ratusan Kosmetik Ilegal Berbagai Merek, Bisa Sebabkan Kanker
Baca: Liburan Tanpa Irwan Mussry, Maia Estianty Bilang Kangen, Tapi Posting I Love You ke Pria Lain
Berikut tanda-tandanya.
Mood swing
Perempuan sangat umu merasakan mood swing, terlebih perempuan di usia menopouse.
Adanya fluktuasi hormonal memicu mood swing dan menyebabkan berat badan bertambah.
Sehingga disarankan untuk tidak terlalu merasa tertekan pada segala hal.
Keinginan mengonsumsi gula
Efek samping adanya resistensi insulin yakni akan menekan hormon leptin, yaitu hormon yang memberi sinyal pada tubuh bila sudah kenyang.
Baca: 8 Mobil Perusahaan Ditahan, Warga Desa Muaro Kibul Tagih Janji
Tetapi, peningkatan kadar insulin juga bisa mempengaruhi adanya peningkatan kadar leptin.
"Peningkatan hormon leptin bukan berarti kita jadi malas makan."
"Jika terjadi terus menerus, akan membuat disfungsi reseptor leptin yang mengakibatkan seseorang ingin makan banyak, karena otak tidak dapat menerima sinyal kenyang," kata Gottfried.
Mengalami stres
Selain adanya hormon estrogen, hormon stres juga mengakibatkan timbunan lemak di perut.
Baca: Timses Prabowo-Sandi Taggapi Strategi Menyerang Kubu Jokowi-Maruf, Riza: Jangan Baper
Baca: Viral Sindiran Ustaz Abdul Somad ini ke Caleg Tertentu, UAS Sadar di Tahun Politik Ada Dampaknya
Hormon stres atau hormon kortisol akan meningkat ketika seseorang merasa cemas atau dilanda stres.
Menurut Jacqueline Montoya, kortisol mampu menyebabkan kegemukan karena tubuh berada dalam mode bertaham hidup.
"Stres yang tinggi dan kecemasan akan mengirim sinyal pada tubuh untuk masuk ke dalam mode survival. Akibatnya, kadar kortisol dalam tubuh yang menyimpan lemak akan naik," kata Montoya.
Mengatur makan tetapi lingkar pinggang masih besar
Jika seseorang sudah mengatur pola makan sedemikian rupa dan bahkan menjalani gaya hidup sehat tetapi lingkar pinggang masih besar atau justru membesar, bisa jadi karena gangguan hormon.
Baca: Legenda Real Madrid Sebut Jose Mourinho di Man United Menunggu Dipecat, Usai Kalah dari Liverpool
"Semakin tua, tubuh akan rentan mengalami resistensi insulin yang memicu tubuh menyimpan lemak dan bukan membakarnya," ujar Sara Gottfried, MD, penulis buku the Hormon Cure.
Hormon estrogen yang dimiliki perempuan menjadi lebih dominan ketika memasuki usia menopouse, sehingga menyebabkan resistensi insulin.
Lelah tapi sulit tidur
Lelah atau insomnia juga jadi salah satu gangguan hormon.
Baca: Unggahan Instastory Aisyahrini Bikin Kabar Lamaran Reino Barack Makin Santer
Baca: Dirayu Masuk Parpol Lain Tapi Tegas Menolak, Djarot Ungkap Ahok Minta Posisi Ini di PDI P
Biasanya, seseorang akan merasa lelah dan stres ketika ia merasa kurang tidur, tetapi hal tersebut justru akan makin menyulitkan untuk tidur.
Selain itu, kadar kortisol akan menurunkan level tiroid yang memicu penimpunan lemak di pinggang. (Cynthia Paramitha Trisnanda)