Sidang Korupsi Embung Sungai Abang, 2 Terdakwa Dipidana 2 Tahun, Ini Putusan Untuk Terdakwa Lainnya

Empat Terdakwa Perkara Pembangunan Embung di Desa Sungai Abang Divonis Berbeda, Inilah isi amar putusannya untuk masing-masing terdakwa

Sidang Korupsi Embung Sungai Abang, 2 Terdakwa Dipidana 2 Tahun, Ini Putusan Untuk Terdakwa Lainnya
TRIBUNJAMBI/MAREZA SUTAN
Sidang perkara dugaan korupsi Embung di Sungai Abang 

Empat Terdakwa Perkara Pembangunan Embung di Desa Sungai Abang Divonis Berbeda, Ini Amar Putusannya

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkara dugaan korupsi pada pembangunan embung di Desa Sungai Abang, Tebo, telah sampai pada agenda pembacaan vonis dari majelis hakim.

Dalam sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi itu, majelis hakim menjatuhkan vonis berbeda kepada terdakwa Sarjono, Kembar Nainggolan, Jonaita Nasir, dan Faisal Utama.

Para terdakwa terbukti secara sah dan menyakinkan memenuhi melakukan tindak pidana korupsi sesuai dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum.

"Menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Sarjono dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 8 bulan, dikurangi masa tahanan yang telah dijalani," ketua majelis hakim, Dedy Muchti Nugroho membacakan putusan pertama.

Baca: Kunjungan Presiden Jokowi ke Jambi Korem 042/Gapu Kerahkan 2.500 Personel Pengamanan

Baca: BREAKING NEWS: Terobos Banjir, Mobil Camat Jangkat Tenggelam, Tiga Penumpang Dikabarkan Meninggal

Baca: Nama-nama Penumpang Korban Tragedi Naas Mobil Camat Jangkat Timur Tenggelam, 3 Orang Meninggal

Selain itu, dia juga divonis membayar denda Rp 50 juta dan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 80 juta.

Menanggapi putusan hakim tersebut, terdakwa Sarjono dan dua jaksa yang menghadiri persidangan itu, F Rozi dan I Putu Eka Suyantha menyatakan pikir-pikir.

Terdakwa Kembar Nainggolan dijatuhi vonis paling ringan, yaitu satu tahun  dan denda 50 juta rupiah.

Atas vonis tersebut, Kembar Nainggolan menerima putusan hakim tersebut, sedangkan jaksa pikir-pikir.

Sementara itu, terdakwa Jonaita Nasir dan Faisal Utama dijatuhi hukuman paling berat, yaitu penjara selama dua tahun, dan denda 50 juta rupiah.

Baca: Keluarga Besar Emil Dardak dan Arumi Baschin Berduka, Eril Dardak Meninggal Dunia

Baca: VIDEO: Operasi Tangkap Tangan KPK Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar, 6 Orang Diduga Lakukan Suap

Baca: Aminah Cendrakasih Tetap Jalani Syuting Si Doel The Movie 2, ke Lokasi Diantar Ambulans

Selain itu, keduanya juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 335.388.415. Atas vonis tersebut, terdakwa dan jaksa masih menyatakan pikir-pikir.

"Atas putusan tersebut, terdakwa punya waktu tujuh hari untuk menerima, menolak, atau pikir-pikir," kata ketua majelis hakim.

Keempat terdakwa dijerat dakwaan subsider, pasal 3 jo pasal 18 Undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Penulis: Mareza
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved