Breaking News:

KSR PMI STMIK NH, Tanggap Membantu Korban Bencana

Pada 13-16 Desember di Bukit Bunuhan Nes berlangsung kegiatan diksar lapangan. Kegiatan diksar ke-XVII ini diikuti oleh 13 mahasiswa/i STMIK NH.

Penulis: Nurlailis | Editor: Deni Satria Budi
Istimewa/dok. STMIK NH Jambi
Ketua STMIK-NH, Windy Adriana saat melakukan penandatanganan berkas MoU dengan Presiden MCUT. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Korps Sukarela (KSR) merupakan kesatuan unit palang merah Indonesia (PMI) yang menjadi wadah bagi anggota biasa dan perseorangan yang atas kesadaran sendiri menyatakan menjadi anggota KSR.

Untuk menjadi anggota KSR seseorang telah melewati pendidikan dasar di PMI Kota/Kabupaten maupun UKM KSR-PMI di perguruan tinggi.

Satu diantara KSR PMI di Jambi adalah di STMIK Nurdin Hamzah. UKM KSR PMI UPT STMIK Nurdin Hamzah termasuk UKM pertama di STMIK NH yang sudah 18 tahun berdiri.

Baca: Puluhan Dosen STMIK NH dan STISIP NH Ikuti Workshop Menulis

Baca: PMI Jambi Kirim Enam Relawan untuk Korban Gempa Palu-Donggala

Kegiatannya yang dilakukan diantaranya adalah membantu korban bencana seperti bencana asap, bencana nasional di Palu, korban banjir, serta donor darah yang dilakukan rutin.

"Untuk membantu korban bencana, bagi mahasiswa yang free dipersilahkan menjadi relawan agar tidak mengganggu kuliah. Karena tetap ditekankan kuliah yang utama," ungkap Wakil ketua III, M Ikhsan.

Saat ini anggota UKM KSR PMI ini berjumlah 60an anggota aktif dari semester 1 sampai semester 8.

Pada 13-16 Desember di Bukit Bunuhan Nes berlangsung kegiatan diksar lapangan. Kegiatan diksar ke-XVII ini diikuti oleh 13 mahasiswa/i STMIK NH.

Baca: Kuota Haji Merangin 2019 Mendatang, Diprediksi Meningkat

Baca: Pergerakan Air Fluktuatif, Ini Potensi Bahaya Menurut BPBD Batanghari

Baca: Desember 2018 Bakal Ada Komet paling Terang Melewati Bumi, Catat Tanggalnya!

"Untuk diksar kegiatannya ada dua yaitu indoor dan outdoor. Materinya tentang penanggulangan bencana, untuk di outdoor prakteknya seperti teknik bertahan ditempat bencana. Apa yang dipelajari di indoor diaplikasikan di outdoor," jelasnya.

Anggota dari UKM KSR PMI STMIK NH ini pernah mendapat tugas dari PMI pusat ke PMI provinsi untuk pengiriman relawan sebanyak 5 orang dan STMIK dapat kuota 1 orang dari Provinsi Jambi.

"Dari STMIK NH yang pergi komandan karena kebetulan komandan baru pulang dari TKRN (temu karya relawan nasional) jadi komandan yang berangkat karena ilmunya masih fresh dan bisa diaplikasikan di sana pada 29 Oktober- 19 November," paparnya. (*)

Baca: Pilih Jokowi atau Prabowo? Ini Jawaban dan Saran Cak Nun

Baca: Berapa Tarif Endorse Via Vallen hingga Nia Ramadhani untuk Derma Skin Care? Kini Dipanggil Polisi

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved