Kisah Inspiratif
Kisah Surabaya Alami Masalah Besar Sampah, Risma Curhat Perjalanan Raih Award Internasional 2018
Pada 2003, kota ini mengalami masalah besar sampah. Akhirnya, melalui pengelolaan sistematik, kota ini dapat penghargaan internasional 2018.
“Partisipasi publik yang kuat menjadi faktor utama keberhasilan Kota Surabaya dalam mengatasi permasalahan sampah,” ujarnya.
Sementara untuk mengatasi masalah lingkungan, Pemerintah Kota Surabaya juga membangun waduk-waduk sebagai resapan air selama musim hujan dan berfungsi sebagai cadangan air selama musim kemarau.
Membangun 58 waduk dan 28 ribu hektar hutan bakau sedang dikonservasi di wilayah pesisir timur untuk melindungi kota dari banjir.
Selain waduk dan hutan bakau, pemerintah Kota Surabaya melakukan penanaman ribuan pohon untuk membuat 45.23 hektare hutan kota dan 420 taman kota yang tersebar di seluruh wilayah Surabaya.
Baca: Daftar 41 Desa di Tanjab Barat yang Rawan Konflik dan Politik Uang Versi Panwaslu
Baca: Transkrip Detik-detik Jamal Khashoggi Dibunuh dan Dimutilasi Beritahu Bosmu, . . . Misi Terlaksana
Pembangunan tidak hanya di pusat kota, tetapi juga di daerah padat penduduk. Sebagai hasilnya, masyarakat dapat menikmati peningkatan indeks kualitas udara dan air, mengurangi volume limbah rumah tangga, mengurangi area banjir dari hampir 50 persen menjadi hanya 2 hingga 3 persen, penurunan tingkat penyakit dan penurunan suhu rata-rata 2 derajat celcius.
“Semua program ini sangat terkait dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) 3, 6, 7, dan yang paling penting SDG 11, yaitu membuat kota dan pemukiman manusia inklusif, aman, tangguh, dan berkelanjutan,” tutup Wali Kota Risma.
Atas segala usaha yang telah dilakukan hingga membuahkan penghargaan, Tri Rismaharani tak lupa mengucapkan terima kasih dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat kota Surabaya.

"Momentum baik ini mari kita jadikan penyemangat untuk memajukan kota yang sangat kita cintai.... SURABAYA! dan itu semua bisa terwujud salah satunya dengan kebersamaan," tulis Tri Rismaharani dalam salah satu postingan instagramnya.
Tak hanya itu, Tri Rismaharini dalam video yang baru saja diunggahny pun memberikan ucapan terima kasih pada warga Surabaya serta masyarakat Indonesia.
"Terima kasih semuanya yang telah memberikan support untuk Kota Surabaya, sehingga Surabaya mendapat penghargaan terfavorit di Guangzhou International Award. Saya secara pribadi maupun sebagai Wali Kota Surabaya mengucapkan terima kasih."
"Yang saya dengar memang bukan hanya warga Surabaya yang memberikan support, namun banyak pula dari luar kota Surabaya, seluruh Indonesia, serta kedutaan, konjen yang menyupport kami, maka dari itu saya ucapkan terima kasih sekali. Penghargaan ini sebenarnya bukan saya yang bekerja, tapi warga Surabaya dan tentunya seluruh warga Surabaya yang memberi support, terima kasih." ucap Tri Rismaharini.
Naik bus bayar pakai sampah
Kebanyakan yang dilakukan dengan cara membentuk pengelolaan bank sampah. Namun berbeda yang dilakukan Pemkot Surabaya.
Baca: Ini Perbedaan Pengamanan Kotak Suara pada Pemilu 2019 dengan Tahun Sebelumnya, Pakai Segel Khusus
Baca: Hasil Pertandingan Liga Italia AC Milan Vs Torino Skor 0-0, Rival Gagal Dekati Inter Milan
Pasalnya pemerintah Surabaya baru saja meluncurkan sebuah bus yang jika ingin menggunakan bus tersebut hanya membayar menggunakan sampah botol plastik.
Bus dengan logo Suro dan Boyo diresmikan langsung oleh Walikota Tri Rismaharini, pada Sabtu (7/4/2018). Moda transportasi ini pun sudah mulai beroperasi pada Senin (9/4/2018).