Wilayah Endemik DBD di Tanjung Jabung Barat Meluas, Tiga Kecamatan Masuk Zona Rawan, Ini Penyebabnya
Wilayah indemik penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meluas
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: bandot
Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Darwin Sijabat
TRIBUNJAMBI.COM, KUALATUNGKAL - Wilayah indemik penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meluas.
Berdasarkan keterangan pihak Dinas Kesehatan Tanjab Barat, saat ini luasan wilayah yang masuk dalam kategori Indemik demam berdarah dengue (DBD) kian melebar.
Tidak hanya Kecamatan Tungkal Ilir yang dicap sebagai kecamatan yang menjadi langganan DBD.
Kini beberapa kecamatan lain, seperti Bram Itam, dan Betara juga terjangkit.
Bahkan sampai di beberapa desa di wilayah Ulu sudah berlogo indemis DBD.
Baca: Kasus DBD di Tanjab Barat Meningkat 100 Persen, Wilayah Endemik Meluas
Buktinya, jumlah masyarakat yang terjangkit DBD saat ini sudah mencapai 233 penderita.
Penyebaran penyakit melalui gigitan nyamuk sampai ke sejumlah kecamatan ini, dikatakan Kasi P2L Dinkes Tanjabbar, Ema.
Menurut Ema meluasnya endemik DBD disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Kita sudah gencar melakukan sosialisasi. Dari penyuluhan sampai pemberian abate telah kita sampaikan. Namun, ini semua seperti tidak berjalan akibat rendahnya kesadaran masyarakat,"terangnya.
Disinggung mengenai tingginya angka warga yang penderita DBD berobat di RSUD Daud Arief, disebut Ema bahwa dari jumlah tersebut adalah akumulatif dari beberapa warga kabupaten tetangga yang berobat di Tanjab Barat.
Baca: Mengenal Fitur Wizphone, Ponsel Murah Google yang Dibanderol Rp 99 Ribu, Bisa Didapat di Alfamart
Baca: Live Streaming RCTI (MU) Manchester United Vs Arsenal Siaran Langsung Kamis Pukul 03.00 WIB
Baca: Edisi Spesial: Ketika Logo Tiga Garis Ala Adidas Diaplikasikan ke SUV Toyota C-HR
Baca: Rp10 Juta untuk Medali Emas, KONI Sungai Penuh Beri Bonus Atlet Porprov Peraih Medali
"Tidak semuanya warga Tanjab Barat. Ada juga yang dari Riau dan Tanjab Timur," ungkapnya saat di temui di ruang kerjanya.
Lebih lanjut menurut Ema, beberapa kecamatan yang kini disebut sebagai daerah indemis, berdasarkan jumlah warga yang penderita DBD lebih dari satu orang.
"Tiga sampai lima penderita di suatu wilayah sudah bisa dikategorikan daerah indemis,"pungkasnya.
Sementara itu penderita DBD yang disebabkan oleh gigitan nyamuk ini mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan data ditahun 2017 dari Dinas Kesehatan 115 kasus.