Wilayah Endemik DBD di Tanjung Jabung Barat Meluas, Tiga Kecamatan Masuk Zona Rawan, Ini Penyebabnya
Wilayah indemik penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tanjung Jabung Barat meluas
Penulis: Darwin Sijabat | Editor: bandot
Untuk tahun 2018 hingga 22 november 2018 jumlah penderita positif DBD yang ditangani pihak BLUD RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal mencapai 233 kasus.
Baca: Debat Panas di ILC, Boni Hargens Tak Terima Fadli Zon Singgung Soal Massa HTI dan Radikal
Baca: Tayang di Bioskop - Sinopsis Film Mortal Engines, Petualangan Melawan Kota Predator
Baca: Kompak Tak Hadir Sidang, Terungkap Gisella Anastasia Sudah Berulang Kali Minta Cerai Gading Marten
Dirut BLUD RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal melalui Zainal Mutaqin Kepala Ruangan Rekam Medis Rumah Sakit tersebut mengungkapkan, dari data yang mereka miliki kasus DBD cenderung memperlihatkan peningkatan dibulan oktober 2018 yang mencapai 36 kasus.
" Dari catatan kita bulan Januari 7, Februari 8, Maret 8, April 12, Mei 34, Juni 33, Juli 23, Agustus 28, September 19. Untuk bulan Oktober ini naik lagi 36, kemudian bukan November saat ini per tanggal hari ini 25 kasus," beber Zainal.
Dari banyaknya pasien yang menderita DBD yang ditangani sebut Zainal, kesemuanya rata-rata diluar Kecamatan Tungkal Ilir.
"Ada juga pasien meninggal satu orang saat dirujuk ke Jambi. Karena sudah memasuki stadium Dengue Shock Syndrome (DSS)," katanya.
Zainal menambahkan, dari banyaknya kasus DBD yang masuk dalam data Rekam Medis, yang mengalami Dengue Shock Syndrome (DSS) 35 kasus dan 11 kasus dirujuk ke Jambi dikarenakan pasien perlu penanganan lebih Intensif.
Sementara itu, dari keterangan pihak Dinas Kesehatan, langkah yang dilakukan pihak Dinkes sebagai upaya menekan angka kasus DBD itu, mereka sudah mensosialisasikan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dan pemberian bubuk abate Perkecamatan.
Bahkan Bubuk abate bisa dioeroleh secara gratis di Puskesmas terdekat. (*)