Tayang di Bioskop - Sinopsis Film 'Mortal Engines', Petualangan Melawan Kota Predator

"Setelah peperangan dahsyat antara Kerajaan Amerika dan China, Kota pun kini dibangun di atas mesin yang menggunakan roda dan bisa berpindah pindah".

Editor: Suci Rahayu PK
Todayonline
Film Mortal Engines 

Film Mortal Engines sudah bisa disaksikan di bioskop kesayangan anda. Film ini bercerita tentang petualangan melawan kota predator yang selalu bisa berpindah.

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah diputar di bioskop mulai hari ini, Rabu (5/12) film 'Mortal Engines'.

Film Mortal Engines bisa disaksikan di bioskop kesayangan anda.

"Setelah peperangan dahsyat antara Kerajaan Amerika dan China, Kota pun kini dibangun di atas mesin yang menggunakan roda dan bisa berpindah pindah".

Sebuah film yang diproduseri oleh Peter Jackson, " Mortal Engines " akan dirilis di Selandia Baru pada 6 Desember 2018 dan di Amerika Serikat pada 14 Desember 2018.

Baca: Kompak Tak Hadir Sidang, Terungkap Gisella Anastasia Sudah Berulang Kali Minta Cerai Gading Marten

Baca: Review dan Keunggulan Fitur Wizphone, Ponsel Rp 99 Ribu Keluaran Google yang Bisa Dibeli di Alfamart

Baca: Debat Rocky Gerung vs Irma Suryani & Boni Hargens - Boni Sebut Rocky Sesat, Jawaban Soal Kedunguan

Film ini ditulis oleh Fran Walsh, Philippa Boyens dan Petter Jackson.

Ketiganya adalah penulis film The Lord of The Ring dan The Hobbit.

Kedua film tersebut sukses menarik perhatian penonton dunia.

Film Mortal Engines
Film Mortal Engines (Todayonline)

Setelah dua film tersebut, akhirnya kini film terbaru karya mereka sudah selesai digarap.

Film Mortal Engines bercerita tentang petualangan menaklukan kota predator.

Setelah melewati masa Apokaliptik , yakni sebuah masa setelah terjadinya peperangan dahsyat antara Kerajaan Amerika dan China, membuat beberapa kota gencar melakukan pembangunan.

Baca: FOTO: Pernikahan Megah Nick Jonas-Priyanka Chopra, Kejadian Mengharukan Saat di Pelaminan

Baca: Tidak Terima Sering Dinasehati, Dua Anak Dibawah Umur di Tanjabtim Nekat Membunuh

Perang antara kerajaan China dan Amerika tersebut telah membuat kerusakan-kerusakan dahsyat.

Usai melewati masa perang, mereka tidak lagi membangun kota seperti pada umumnya .

Kota pun kini dibangun diatas sebuah mesin yang menggunakan roda dan bisa berpindah pindah dengan cepat mengunakan kekuatan dari mesin itu sendiri yang ditenagai oleh tenaga uap .

Kota tersebut bisa bergerak seperti halnya mobil.

Tetapi pada film ini,yang bergerak adalah kota yang begitu besar dengan susunan kota yang sama dengan kota kota biasa pada umumnya .

Dengan menggunakan teknologi tersebut, bukan berarti sebuah kota bisa aman dari peperangan.

Lebih dari itu, perampasan justru terjadi.

Kota predator bergerak dari satu kota ke negara lain untuk merampas.

Prinsip “Yang kuat menang” dipegang teguh dalam kondisi paska perang itu .

Kota yang memiliki struktur yang lebih besar akan lebih mudah untuk menaklukkan kota kota kecil .

Mereka menaklukkan kota kota kecil dengan cara menembak dengan sebuah jangkar berantai dan langsung “melahap”nya masuk kedalam “perut” kota , mirip dengan seekor predator yang menangkap mangsanya .

Tentu bagi penduduk kota kecil, hal itu menjadi masalah.

Trailer Mortal Engines:

Baca: Fahmi Kelola Kamar Bercinta Lapas Sukamiskin, Dipake Saat Istri Datang, Napi Lain Sewa Pakai Tarif

Baca: Helikopter TNI Ditembaki saat Evakuasi Jenazah Serda Handoko yang Meninggal di Nduga Papua

Baca: Kartu Nikah Baru, Kemenag Merangin Tunggu Petunjuk

Film itu dibintangi oleh seorang tokoh bernama Hester Shaw.

Film Mortal Engines, bercerita tentang kehidupan orang-orang di masa depan.

Mereka hidup di sebuah kota atau wilayah yang berjalan di atas dataran luas yang tandus. Ada dua tokoh sentral yang diceritakan dalam film ini mereka adalah Tom Natsworthy (Robert Sheehan) dan Hester Shaw (Hera Hilmarsdottir). 

Tom diceritakan sebagai seorang pria kelas bawah yang suka mengumpulkan barang-barang dari masa lalu. Ia hidup di atas kota berjalan bernama London.

Kehidupannya menjadi berubah dan ia mendapatkan sebuah kenyataan pahit tentang sosok pemimpin mereka di London yang ternyata sangat jahat ketika dirinya bertemu dengan Hester.

Baca: Kesaksian Jimi - Selamat dari KKB di Nduga Papua Dijemput Paksa & Ditembaki dengan Tangan Terikat

Daily Exspres
Daily Exspres ()

Hester digambarkan sebagai seorang perempuan yang penuh dendam karena ibunya telah dibunuh oleh penguasa London yang juga dibenci Tom yakni Thaddeus Valentine (Hugo Weaving).

Hester tumbuh menjadi gadis kecil yang ceria sampai akhirnya berubah kejam ketika sang ibu dibunuh dan ia dibesarkan oleh “Manusia yang dibangkitkan kembali” bernama Shrike (Stephen Lang).

Konflik semakin memanas dan menarik saat Hester berjuang menuntut balas kepada Valentine dan menyelamatkan banyak manusia dari aksi jahat dan kejam Valentine.

Tidak hanya menampilkan kisah drama yang menyentuh hati, film yang digarap oleh Christian Rivers ini juga menampilkan efek visual kelas tinggi.

Peperangan antar kota berteknologi tinggi yang berjalan menjadi bagian yang tidak akan terlupakan bagi para penonton, karena dari awal film dimulai sampai dengan akhir, selisih antar kota itu terus ditampilkan dengan apik dan berkelas.

Mortal Engines ini disutradarai oleh Christian Rivers.

Film tersebut diambil dari sebuah novel karya Philip Reeve, dengan judul yang sama, yakni Mortal Engines.

Tentu film Mortal Engines ini banyak menarik rasa penasaran penonton dunia.

Pasalnya, film Lord of The Ring digarap begitu serius dan paling ambisius.

Film itu digarap dengan anggaran total $281 juta (beberapa sumber berkata $310 juta-$330 juta) atau sekitar 4Rp 4 Triliun.

Penggarapan film The Lord of The Ring memerlukan waktu delapan tahun, dengan syuting semua film dilakukan bersamaan di Selandia Baru, negara asal Jackson.

Setiap film dalam seri memiliki edisi diperpanjang spesial yang dirilis di DVD setahun setelah dirilis di bioskop. Meskipun mengikuti cerita utama bukunya, ada bagian novel yang dihilangkan dan ada tambahan yang tidak ada di bahan sumber.

Terletak di Dunia Tengah, film ini menceritakan cerita hobbit Frodo Baggins (Elijah Wood) ketika dia dan Sembilan Pembawa Cincin melakukan perjalanan untuk menghancukan One Ring, dan dengan itu menghancurkan pembuatnya, Dark Lord Sauron.

Para Pembawa Cincin terbelah dan Frodo meneruskan perjalanan dengan teman setianya Sam (Sean Astin) dan makhluk pengkhianat Gollum (Andy Serkis).

Baca: Pesona Priyanka Chopra saat Menikah dengan Nick Jonas, Hingga Detail Pernikahan yang Penuh Air Mata

Baca: Kisah Paspampres Ekstra Waspada saat Jokowi di Nduga, Malik Cerita Pengalaman di Daerah Merah

Sementara itu, Aragorn (Viggo Mortensen), putra mahkota Gondor, dan penyihir Gandalf (Ian McKellen) mempersatukan Orang-orang bebas Dunia Tengah dalam Perang Cincin.

Seri ini sukses secara finansial, semua filmnya bila digabungkan adalah salah satu seri film dengan penghasilan kotor tertinggi. Film-filmnya diterima dengan sangat baik dan memiliki banyak penghargaan, memenangkan 17 dari 30 nominasi Academy Award.

Film seri terakhirnya, The Return of the King, memenangkan semua 11 nominasi Academy Awards, jumlah menang yang sama dengan Ben-Hur dan Titanic. Seri ini mendapat pujian untuk efek visual dan spesialnya.
(tribunjateng/jen)

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Sinopsis Film Mortal Engines - Petualangan Melawan Kota Predator, Rilis di Bioskop Desember 2018

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved