Tidak Terima Sering Dinasihati, Dua Anak Dibawah Umur di Tanjabtim Nekat Membunuh
Motif pembunuhan tersebut diduga pelaku tidak terima sering dinasihati korban, karena sering kedapatan mabuk-mabukan serta menghisap lem
Penulis: Zulkipli | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Zulkifli
TRIBUNJAMBI.COM, MUARASABAK - RR dan AN pelaku pembunuhan Bujang (40) warga Desa Mendahara Tengah, Kecamatan Mendahar Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, merupakan anak di bawah umur.
Keduanya kini mendekam di sel tahanan Mapolres Tanjung Jabung Timur.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Agus Desri Sandi, saat konferensi pers terkait kasus tersebut mengatakan, pihaknya sedang menangani kasus pembunuhan tersebut dan mengamankan AN dan RR sebagai tersangka. Korban dibunuh dengan cara ditikam menggunakan senjata tajam jenis badik dibagian perut.
Baca: Bujang Tewas Akibat Ditikam Anak-anak, Sebelumnya Tegur Kawanan Anak yang Ngelem
Baca: Diduga Ada Pesta Narkoba, Polisi Gerebek Sebuah Rumah di Nipah Panjang
"Saat kejadian memang anak-anak ini ada lima orang, tapi yang melakukan penganianyaan hanya dua orang. AN yang melakukan penusukan dan RR yang memegangi korban. Sementara itu, ketiga temanya lari saat melihat kejadian. Untuk sementara mereka juga akan dipanggil sebagai saksi," bilang Kapolres AKBP Agus Desri Sandi.
Dijelaskan Kapolres, motif pembunuhan tersebut diduga pelaku tidak terima sering dinasehati korban, karena sering kedapatan mabuk-mabukan serta menghisap lem. Lalu para pelaku tidak terima dan mendatangi korban.
"Terjadilah percekcokan yang berujung pembunuhan tersebut," jelas Kapolres.
Baca: Kisah Prajurit Kopassus Tersesat 7 Hari di Belantara Papua, Mencekam Diikuti Makhluk Ini

Untuk pasal yang disangkakan pelaku dijerat dengan pasal 170 Ayat 1-3 KUHP dengan ancaman 12 tahun penjara.
Sementara itu barang bukti yang diamankan berupa satu bilah badik, serta pakaian yang dikenakan korban yang masih dilumuri darah. Karena para pelaku masih dibawah umur menurut Kapolres pihaknya melakukan penanganan khusus terhadap pelaku.
"Dalam pemeriksaan, kita undang orangtuanya, serta didampingi pihak Bapas," jelas Kapolres.(*)
Baca: Kontak Senjata dengan KKB di Nduga Papua saat Evakuasi Korban, Satu Anggota Tim Belukar Tertembak
Baca: VIDEO: Protes di Medsos, Netizen Malaysia Marah dan Klaim Cendol Berasal dari Negaranya