Ketegangan di Dalam Mobil saat Harimau Menatap Penumpang, Momen saat Peter Kabur pada 2012
Ketegangan sangat terasa, saat harimau menatap petugas di dalam mobil. Peristiwa itu terjadi saat Peter si harimau Taman Rimba lepas.
Setelah beberapa saat harimau mulai goyah dan limbung.
Akhirnya Peter pun tumbang, tak sadarkan diri.
Kondisi itu dimanfaatkan dengan cepat oleh petugas untuk menjaring Peter lalu mengangkatnya masuk ke dalam kandang.
Sartono anggota tim dari BKSDA Jambi yang bertugas melumpuhkan harimau dengan cara menyumpit, mengaku belum sempat menyumpit Peter (harimau laki-laki) ketika lepas dari kandangnya.
"Saya sudah mengeluarkan sumpit, tapi belum sempat saya gunakan karena teman kita dari Dinas Peternakan yang hadir saat itu menyumpit duluan, karena itulah saya tidak jadi menyumpit Peter," ungkap Sartono ketika dihubungi Tribun, Senin (12/3) malam.

Menurutnya menggunakan sumpit adalah ssuatu hal yang biasanya baginya.
Saat hendak menyumpit Peter perasaannya biasa saja.
Menurutnya harimau yang biasa hidup di kandang tidak seganas dengan harimau yang berada di hutan.
Ia belajar menyumpit secara secara otodidak.
Sartono mengatakan untuk menyumpit pun tidak sembarangan, harus membidik bagian tubuh yang mengandung banyak daging, kalau kena tulang takut melukai binatang itu.
Kepala BKSDA Jambi Tri Siswo, seusai evakuasi, menjelaskan proses pembiusan dilakukan dua tahap, yakni dipancing menggunakan ayam yang telah diberi bius.
Dan yang kedua, dibius menggunakan tulup sebagai pelumpuhan.
Ia mengaku sudah siap dengan senjata bius, namun melihat situasi lapangan menurutnya tidak perlu menggunakan senjata.
"Setelah melihat kondisi lapangan itu tidak perlu menggunakan senjata, jadi kita gunakan tulup. Karena tulup jaraknya lebih dekat dan itu lebih efektif," katanya.

Lanjutnya, secara keseluruhan dosis bius yang diberikan ada sekitar delapan Cc, tiga Cc ada pada bius tulup.