Buntut Pengeroyokan di Hutan Harapan

PT Reki: Mereka Perambah, Sudah Berkali-kali Diberi Peringatan dan Diusir, Tapi Melawan

Terkait dugaan pengeroyokan yang terjadi di kawasan PT Reki pada Senin 15/10 lalu, PT Reki ungkap versinya

PT Reki: Mereka Perambah, Sudah Berkali-kali Diberi Peringatan dan Diusir, Tapi Melawan
ist
Puluhan warga Sungai Bahar geruduk kawasan yang masuk kawasan hutan harapan PT REKI Sabtu (20/10/18) pagi 

" Merasa tekanan masyarakat luar semakin deras, warga Batin Sembilan memperketat penjagaan di sekitar Sungai Penyerukan, Kilometer 45 area Bungin dan sejak sebulan lalu mendirikan camp penjagaan," Ujarnya.

Jumlah mereka sekitar 25 orang dan berjaga bergantian. Beberapa kali mereka bersitegang dengan perambah asal Sungai Bahar dan masyarakat SAD lainnya yang terindikasi menjual lahan hutan secara ilegal kepada para pendatang.

Pada 14 Oktober 2018, beberapa masyarakat Batin Sembilan melihat adanya aktivitas penebangan hutan di lokasi Sungai Penyerukan Blukar Tebu Begambut.

Temuan ini dilaporkan ke koordinator lapangan dan disimpulkan untuk bergerak keesokan harinya.

Selanjutnya pada Senin 15 Oktober 2018, sekitar pukul 08.00 WIB, sekitar 15 warga Batin Sembilan berkumpul dan mendatangi lokasi perambahan dan bertemu 4 (empat) perambah asal Sungai Bahar yang membawa senjata tajam dan mengaku mencari jengkol dan kabau.

" Masyarakat perambah-pendatang ini sebenarnya sudah berkali-kali diberi peringatan. Mereka pun diusir dan diberi peringatan lagi. Tetapi para perambah itu melawan dan spontan terjadi cekcok yang berujung pemukulan," Ujarnya.

Dikatalannya pula usai pertikaian, warga asal Sungai Bahar tersebut meninggalkan lokasi. Sementara masyarakat Batin Sembilan tetap siaga dan waspada.

Selain itu, yang dilakukan kelompok Tanding adalah membela diri dari para perambah. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved