Warga Keluhkan Jalan Berdebu  yang Tak Kunjung Diaspal

Warga keluhkan jalan yang tak kunjung diaspal yang menimbulkan debu dan dikhawatirkan akan membuat pengguna

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/DARWIN SIJABAT

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Warga keluhkan jalan yang tak kunjung diaspal yang menimbulkan debu dan dikhawatirkan akan membuat pengguna jalan terkena infeksi saluran pernapasan. 

Jalan berdebu yang menjadi  keluhan bagi pengguna jalan dan warga sekitar ini berada Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Sriwijaya, Kecamatan Tungkal  Ilir.

Padahal jalan tersebut tidak jauh  dari Kantor Bupati tanjab tepat nya di samping kantor bupati dan salah akses menuju satu sekolah. 

Baca: Dinas Pendidikan dan FOPSI Tanjabbar Gelar Bimtek Tingkat SD dan SMP

Dimana dari pantauan tribunjambi.com di hari kerja dan sekolah banyak anak yang berjalan kaki di jalan tersebut. Sehingga dengan demikian Musdalifah, salah warga yang aktivitasnya melewati jalan tersebut mengkhawatirkan anak tersebut akan terkena ISPA.

"Kalau anak jalan kaki, dan setiap hari hirup udara kotor bisa-bisa dia kena ispa. Kan kasihan jadinya," katanya kepada tribunjambi.com Minggu (7/10).

Oleh karena itu dia berharap kepada bupati melalui dinas terkait untuk segera memperhatikan jalan tersebut dan segera mencarika solusinya. 

Dari hasil pantauan dilapangan, bahwa kondisi jalan yang mulai dari ujung perkantoran hingga perbatasan ,cukup dikeluhkan pengguna jalan dan warga setempat. 

Bukan hanya itu saja, hampir setiap warung kopi yang berada dibahu jalan mengeluhkan debu yang masuk kewarung mereka.

Baca: Masih Banyak yang Tidak Patuh Lalu Lintas, 115 Kendaraan Terjaring

Baca: Pembangunan Pelabuhan Ujung Jabung Diprediksi Selesai 2-3 Tahun Mendatang

Kemas  (35) salah satu pengguna jalan lainnya mengatakan, pihaknya sebagai penguna jalan sangat mengeluhkan akan debu jalan ini,sebab sangat menggangu kesehatan.

“jika roda empat  melintas dijalan ini debu yang dihasilkan cukup pekat, akibatnya mata terasa pedih dan berair, kami berharap pemkab segera mengaspal jalan ini," ungkapnya

Diakuinya, dengan kondisi seperti  ini diharapkan pemerintah dapat merespon dan cepat tanggap, bahwa jalan yang berdebu sangat menggangu kesehatan.

“Jangan udah makan korban baru diperbaiki jalan ini," sebutnya.

Hal senada juga dikatakan warga sekitar, sebagai warga disini pihaknya sangat kecewa  dan prihatin akan kondisi jalan. Padahal jalan ini diharapkan warga dapat diperbaiki segera oleh pemerintah. Namun kenyataannya hingga kini belum ada terealisasi. 

“jika hari panas terpaksa kami siram, untuk menghindari debu masuk kerumah. Jadi harapan kami  kepada pemerintah kondisi jalan ini  dapat segera diperbaiki," ungkap warga yang enggan menyebutkan namanya.

Baca: Pemodal dan Pemilik Lahan PETI Masih Berkeliaran

Baca: 40 Orang Dikerahkan Untuk Padamkan Api di Desa Betung Muarojambi

Baca: Festival Kopi 1.000 Kerinci Spektakuler, Diikuti 30 Barista Jambi dan 70 Pembuat Kopi Terbaik

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved