Kesehatan
Diet Mediterania, Untuk Menurunkan Berat Badan Sekaligus Mengatasi Depresi
Depresi akibat tekanan sudah menjadi bagian keseharian mereka yang fokus mengejar tuntutan hidup. Tuntutan hidup yang
Penulis: Fifi Suryani | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI.COM - Depresi akibat tekanan sudah menjadi bagian keseharian mereka yang fokus mengejar tuntutan hidup. Tuntutan hidup yang terus menggunung tentu saja membuat tekanan hidup makin berat.
Tekanan-tekanan seperti inilah yang dapat menyebabkan depresi. Dalam kondisi ini, sebagian orang bahkan mterasa hidupnya seakan tak berarti lagi.
Dilansir Klikdokter.com, dr. Ellen Theodora mengatakan, depresi merupakan suatu keadaan yang umum terjadi ketika seseorang mengalami penurunan keadaan emosi dan mood. Keadaan ini mengakibatkan gangguan aktivitas, bahkan hingga mampu menurunkan kualitas hidup orang yang mengalaminya.
Baca: Sedang Mandi di Sungai, Wanita Ini Diperkosa dan Ada yang Merekam Aksinya
"Faktor penyebab depresi dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan, dan faktor psikososial. Ketiganya dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait, yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar atau depresi," ujar dr. Ellen.
Ellen menjelaskan bahwa depresi dapat dilihat dari gejala-gejala berikut:
1. Mengalami penurunan mood depresi hampir sepanjang. Hal ini biasanya dibarengi dengan perasaan sedih atau kosong.
2. Hilangnya minat atau kesenangan yang jelas pada hampir semua aspek kehidupan.
3. Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga rutin.
4. Gangguan tidur berupa insomnia atau hipersomnia setiap hari.
5. Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik).
6. Kelelahan, badan lemas, atau hilangnya energi.
7. Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah berlebihan yang tidak pada tempatnya.
Baca: Polisi Datangi Kamar Hotel, Setelah Dapat Telepon dari OTK yang Dengar Tangisan Bayi
Baca: Janin Sudah Bisa Menangis Sejak dalam Rahim, Kenali Penyebab dan Hal yang Harus Dihindari
8. Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu secara tepat sasaran.
9. Selain yang disebutkan, depresi yang terjadi secara berkelanjutan juga bisa menyebabkan munculnya keinginan bunuh diri.
Karena itu, agar tidak berakhir pada kondisi mengerikan tersebut, orang yang depresi perlu segera melakukan tindakan agar dirinya kembali merasakan kesenangan. Untuk ini, salah satu yang bisa dicoba adalah menerapkan diet Mediterania.
Tentang diet Mediterania, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.com mengatakan merupakan pola makan yang dijalankan oleh masyarakat di negara-negara Mediterania, seperti Yunani, Malta, Slovenia, Kroasia, Cyprus, dan lain-lain. Pola diet ini terdiri atas konsumsi buah, sayuran, gandum, biji-bijian, kacang-kacangan, dan penggunaan minyak zaitun.
"Gula, tepung, daging merah, makanan cepat saji dan lemak selain minyak zaitun (seperti mentega) jarang atau tidak sama sekali dikonsumsi. Telur, produk olahan susu, dan ayam masih dikonsumsi namun dalam jumlah yang sedikit. Sedangkan ikan menjadi menu protein utama," ungkap dr. Nadia.
Baca: Terlempar dan Menabrak Pembatas Jalan, Pembalap Malaysia Ini Tewas Pascakecelakaan
Baca: Bocah 3 Tahun Diduga Dianiaya Ayahnya, Terungkap Ketika Ibu Datang Menjenguk
Baca: Enam Hari Dilaporkan Hilang, Jasad Wanita 63 Tahun Ditemukan dalam Septic Tank
Terkait manfaatnya, seorang yang ahli di bidang pengobatan metabolik mengatakan bahwa pola makan pada diet Mediterania tampaknya memiliki manfaat dalam memperbaiki suasana hati.
Adapun faktor-faktor yang membuat diet Mediterania dan depresi saling berkaitan satu sama lain, di antaranya:
1. Depresi dapat menghilangkan nafsu makan. Seseorang yang sedang mengalami kondisi tersebut biasanya tak mampu menjaga kesehatan fisik dengan baik.
2. Orang yang bahagia cenderung menjalani gaya hidup yang lebih sehat. Ia cenderung menghindari kebiasaan buruk, seperti minum minuman alkohol dan mengonsumsi makanan tidak sehat.
3. Makanan dengan kadar gula tinggi serta junk food dapat meningkatkan risiko depresi karena memberikan dampak yang kurang baik untuk kesehatan otak yang akhirnya turut memengaruhi suasana hati.
4. Meski terlihat meyakinkan, para ahli masih butuh penelitian lebih lanjut untuk memastikan bahwa diet Mediterania membawa manfaat yang signifikan dalam hal mengatasi depresi. Namun demikian, tak ada salahnya bila Anda ingin coba menerapkan metode diet yang satu ini.
Baca: Ketika Pasangan Merasa Sedih Bahkan Menangis Usai Berhubungan Intim. Apa yang Terjadi?
Baca: Mengukur Kesehatan Saluran Cerna dari Bau Kentut. Benarkah Makin Busuk Makin Sehat?
Baca: Unggah Video Pernikahan di FB, Pria Ini Diserang di Depan Istrinya yang Sedang Hamil
Baca: Sperma Keluar saat Buang Air Kecil, Normalkah Dok?
Sejauh ini, diet Mediterania terbukti mampu memberikan manfaat dalam mengurangi risiko diabetes mellitus tipe 2, tekanan darah tinggi (hipertensi), dan peningkatan kolesterol, yang semuanya merupakan faktor penyebab penyakit jantung dan stroke.
"Para peneliti juga menemukan bahwa orang-orang yang menerapkan metode diet Mediterania secara tepat memiliki penampilan yang lebih awet muda dan berat badan yang proporsional," ujar dr. Nadia.
Jadi, apakah Anda tertarik untuk menerapkan metode diet Mediterania? Jika ya, jangan lupa untuk melakukannya secara tepat dan sesuai aturan agar metode diet ini benar-benar mampu mengatasi depresi dan memberikan Anda segudang manfaat sehat lainnya.
Sumber: Klikdokter.com