Satu Anak Meninggal Dunia, Kasus DBD di Merangin Meningkat

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, per Juli lalu jumlah penderita DBD sebanyak 95 kasus

Penulis: Muzakkir | Editor: Deni Satria Budi
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
21022018_PJ bupati merangin_husairi_pasien dbd 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Muzakkir

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Demam berdarah (DBD) di Kabupaten Merangin semakin mengkhawatirkan. Dari tahun sebelumnya, ditahun 2018 ini angka penderita DBD meningkat drastis.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, per Juli lalu jumlah penderita DBD sebanyak 95 kasus. Sementara ditahun sebelumnya jumlah kasus DBD hanya 71 kasus.

Baca: Tolak Temuan PBB Soal Genosida Etnis Rohingya, Myanmar Bentuk Komisi Penyelidik Independen

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merangin, Solahudin kepada Tribunjambi.com mengatakan, penyebab tingginya kasus DBD ini dikarenakan perilaku hidup masyarakat yang kurang sehat. Sering membuang benda yang bisa menampung air dan membuang sampah di sembarang tempat.

"Kalau kita lihat dari tahun-tahun sebelumnya, memang ada peningkatan, tapi belum ada yang ekstrim," kata Solahudin.

Baca: Usai Piala AFF, Timnas U-16 Indonesia Siap Melaju ke Piala Asia 2018, Ini Daftar Pemainnya

Baca: Bikin Banyak Wanita Klepek-klepek, Ternyata Jojo Sudah Punya Kriteria Cewek Idaman Sendiri

Dari tiga tahun terakhir, ditahun 2018 ini penyakit DBD telah menelan korban. Seoraang anak meninggal. Sementara didua tahun sebelumnya masih bisa teratasi.

"Kalau tidak salah dibulan Mei kasusnya," sebut Solahudin. (*)

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved