Jumat, 10 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Andai Hidung Cleopatra Mancung, Mungkin Sejarah Akan Berbeda (Bag-2)

Baru sesudah ini Caesar berangkat lagi kemedan perang Asia Kecil (Tentang peperangan inilah Caesai menulis kalimat yang terkenal itu:

Editor: Suci Rahayu PK
Ilustrasi Cleopatra 

TRIBUNJAMBI.COM – Sepulangnya dari perjalanan Cleopatra melahirkan anak laki-laki: Cesarion alias Ptolemaeus Caesar.

Baru sesudah ini Caesar berangkat lagi kemedan perang Asia Kecil (Tentang peperangan inilah Caesai menulis kalimat yang terkenal itu: Veni, vidi, vid, aku datang. aku melihat, aku menang).

Kemudian ke Afrika Utara lagi untuk menghancurkan sisa-sisa pengikut Pompeius.

Baca: Andai Hidung Cleopatra Mancung, Mungkin Sejarah Akan Berbeda (Bag-1)

Caesar berada di Roma. Begitu perang selesai, Caesar merindukan kekasihnya.

Cleopatra bersama Cesarion didatangkan ke Roma. Mereka ditempatkan oleh Caesar disuatu villa indah dipinggir bengawan Tiber.

Pengaruh Cleopatra menghebohkan Roma. Caesar lebih banyak tinggal disamping kekasihnya daripada disamping Calpurnia istrinya.

Di mata Caesar Cleopatra adalah penjelmaan Dewi Asmara. Maka didirikannya kuil Dewi Venus Genitrix dengan patung Cleopatra tanpa pakaian.

Atas saran Cleopatra Caesar mendatangkan ahli-ahli astronomi dari Alexandria untuk mengubah sistim penanggalan lama. (Hasilnya: sistim Julius yang menjadi dasar dari penanggalan kita sekarang!).

Ilustrasi Celopatra
Ilustrasi Celopatra (Ilvira Nasreddinova)

Terpengaruh oleh kebiasaan-kebiasaan Ratu Mesir, Caesar berlagak seperti raja.

Cesarion ia jadikan raja tak bermahkota dari Mesir. Dalam ruang-sidang senat Caesar mempunyai takhta emas.

Semangat demokrasi masyarakat Roma memberontak. Pada tanggal 15 Maret tahun 44 sebelum Masehi, Caesar pergi ke senat.

Sore itu Cleopatra terisak-isak dipetamanan villanya, menangis seperti kehilangan akal.

Baca: Kisah Perjalanan Haji Tahun 1800-an, 6 Bulan Dibawah Ancaman Kelaparan, Badai dan Wabah Penyakit

Kekasihnya pagi itu dibunuh oleh komplotan Brutus. ("Tu quoque Brute! Engkau juga Brutus teriak Caesar ketika melihat bahwa Brutus, anak angkatnya ikut serta dalam komplotan. Kata-kata Caesar itu seperti diketahui, kemudian menjadi kata bersayap.)

Tiga minggu kemudian perahu pribadi Cleopatra mengembangkan layar, menuju Alexandria.

Negara Romawi yang begitu luas kehilangan satu-satunya orang yang mampu mengendalikannya.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved