Penyalahgunaan Narkotika

Sempat Berkilah Tak Bawa Sabu, Mardani Akhirnya Akui Setelah Mobilnya Digeledah

Terdakwa kasus narkotika atas nama Mardani kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (24/7/18).

Sempat Berkilah Tak Bawa Sabu, Mardani Akhirnya Akui Setelah Mobilnya Digeledah
TRIBUN JAMBI/MAREZA SUTAN AJ

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Terdakwa kasus narkotika atas nama Mardani kembali menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa (24/7/18). Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Shandra Fransiska menghadirkan dua orang saksi dari Ditresnarkoba Polda Jambi, Febryansyah dan Febby Asmara.

Dalam keterangannya, saksi mengatakan, terdakwa ditangkap di perbatasan Kota Jambi dan Muarojambi, Selasa (23/1/18).

"Dia pakai mobil warna putih. Kami tanya, ada bawa barang, tidak? Mereka bilang tidak ada. Kemudian kami periksa. Sudah dapat, barulah mengaku," kata saksi di persidangan.

Baca: Safrial Ingatkan OPD Susun Anggaran Skala Prioritas

Mardani, ketika ditanyai tentang keterangan tersebut, membenarkan.

Untuk diketahui, Mardani bersama Sawaritu (berkas terpisah) mengantarkan sabu atas perintah Adi (belum tertangkap).

Mereka berangkat dari Aceh, dan dijanjikan akan menerima upah Rp 25 juta. Selain itu, mereka juga telah menerima uang jalan sebesar Rp 10 juta.

Keduanya mengambil barang haram itu di Pekanbaru dari seseorang yang tidak diketahui namanya. Dari sana, mereka menerima empat bungkus sabu. Satu bungkus sabu telah diantarkan kepada Ari (belum tertangkap) di Tembilahan, sebelum mereka menuju Jambi.

Di Jambi, mereka berencana menyerahkan barang itu kepada Alex (belum tertangkap).

Dari keduanya, polisi berhasil mengamankan narkotika jenis sabu dengan berat 3004,13 gram.

Baca: Rinnai Produk Berkualitas, Sampai ke Pelosok Daerah

Baca: Daripada Menggunakan Narkoba, Lebih Baik Memenuhi Kebutuhan Ekonomi

Secara primair, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal114 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang narkotika.

Secara subsider, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU No.35 Tahun 2009 Tentang narkotika.

Selanjutnya, Majelis Hakim yang diketuai Makaroda Hafat akan melanjutkan sidang pada Selasa (31/7/18) dengan agenda pembacaan tuntutan.

Penulis: Mareza
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved